Barabai (ANTARA) - Seorang tokoh pejuang lingkungan sekaligus sesepuh Desa Pantai Mangkiling di kawasan terpencil puncak Pegunungan Meratus, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) bernama Musa dikabarkan meninggal dunia pada usia 119 tahun.
"Kai (Kakek) Musa meninggal sekitar jam 19.28 Wita tadi di rumahnya di Pantai Mangkiling," kata Keponakan Musa, Kasman di Hantakan, Hulu Sungai Tengah, Senin.
Baca juga: Warga Meratus HST harapkan PT AMML hijaukan Pegunungan Meratus
Menurut Kasman, Kakek Musa atau dikenal Pembakal Canggung yang juga tokoh Dayak Meratus meninggal karena faktor usia dan kondisi kesehatan yang menurun, menjadikan duka mendalam bagi keluarga dan para kerabat yang mengenal.
Sesuai wasiat beliau, Kakek Musa yang sudah jadi muallaf itu minta dikuburkan di belakang rumahnya di Pantai Mangkiling, kawasan terpencil di puncak Pegunungan Meratus, Desa Datar Ajab, Kecamatan Hantakan.
"Saat ini kami beserta keluarga sedang melakukan pengurusan jenazah beliau," ujarnya.
Baca juga: Warga tiga desa di Pegunungan Meratus desak tinjau ulang tapal batas HST-Kotabaru
Keponakan lainnya Sahran menambahkan sang kakek juga dikenal sebagai penjaga alam, penentu keseimbangan air, dan juru kunci hutan Meratus yang hidup menyatu dengan alam hingga usia senja.
Kakek Musa dikenal sebagai pribadi yang sederhana namun teguh, ia disebut sebagai orang yang tak pernah lelah mengingatkan pentingnya menjaga gunung, hutan, dan mata air.
"Bagi kakek, Meratus bukan sekadar tempat tinggal, melainkan amanah yang harus dijaga sampai akhir hayat," lanjutnya.
Baca juga: Bupati HST: Murakata Coffee Festival ajang promosikan kopi lokal
