Banjarmasin, (AntaranewsKalsel) - Suhu politik di Kabupaten Barito Kuala, mulai "menghangat" menjelang pemilihan kepala daerah atau pilkda di wilayah yang berbatasan dengan Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah tersebut.
Mulai menghangatkannya suhu politik di Barito Kuala (Batola) itu terungkap dalam jumpa pers Hj Noormiliyani Aberani Sulaiman (Ketua DPRD Kalsel) di Rumah Makan Rudy Hermanto-Jalan A Yani Km10 Banjarmasin, Minggu.
Sejumlah partai politik (parpol) di kabupaten yang menggunakan motto daerah "Salidah" itu belakangan juga makin intensif menyiapkan bakal calon (balon) kepala daerah Batola periode 2017-2022, untuk menggantikan H Hasanuddin Murad SH dari Partai Golkar.
Suami Noormiliyani AS SH (Ketua DPRD Kalsel) itu tak mungkin mencalon kembali sebagai orang nomor satu di jajaran pemerintah kabupaten (Pemkab) tersebut, karena sudah dua periode menjadi Bupati Batola.
Sementara berdasarkan informasi yang berkembang di masyarakat, mantan Bupati Batola H Eddy Sukarma (saudara H Rudy Resnawan/Wakil Gubernur Kalsel) mau kembali memimpin daerah pertanian pasang surut tersebut atau ikut Pilkada kabupaten itu tahun 2017.
Selain itu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) mengincar kepemimpinan daerah "Bumi Salidah" (Salidah pengertiannya ialah seia-sekata) tersebut.
Pasalnya PDIP dan Gerindra berpeluang ikut suksesi kepemimpinan daerah Batola pada 2017, kendati mendapat empat dari 35 kursi/keanggotaan DPRD kabupaten itu atau harus berkoalisi, terkecuali Partai Golkar yang memperoleh 13 bisa tanpa koalisi.
Sedangkan dari Partai Golkar sendiri terus melakukan konsolidasi dan menunggu hasil survai untuk mengajukan calon bupati (cabup) Batola untuk periode lima tahun mendatang, pascakepemipinan Hasanuddin Murad yang kini Ketua Harian DPD Partai Golkar Kalsel.
Hj Noormiliyani AS SH yang kini Ketua DPRD Kalsel salah satu figur/kadar Partai Golkar yang bakal menjadi sasaran survai untuk maju dalam Pilkada Batola yang kini berpenduduk lebih dari 200.000. Jiwa dan tersebar pada 17. Kecamatan atau 201 desa/kelurahan.
Putri dari H Aberani Sulaiman (mantan Gubernur Kalsel tahun 1960-an) itu menyatakan siap menjadi Bupati Batola untuk menggantikan suaminya, kalau Partai Golkar dan masyarakat Bumi Salidah menghendaki.
"Kalau Partai Golkar menghendaki/memerintahkan untuk menjadi Bupati Batola 2017-2022, maka sebagai kader parpol tersebut saya siap," demikian Noormiliyani.
Sebelumnya Ketua DPD Partai Golkar Kalsel H Hasnuryadi Sulaiman HB menyatakan, secara pribadi dirinya sependapat kalau Ketua DPRD provinsi tersebut menjadi Bupati Batola mendatang.
"Tapi kalau secara kepartaian, kita harus mengikuti mekanisme organisasi. Kita tunggulan nanti, bagaimana keputusan organisasi," ujar anggota DPR RI asal daerah pemilihan Kalsel II itu.
Batola yang merupakan kantong eks transmigran itu masuk Pilkada secara serentak tahap II seluruh Indonesia yang dijadwalkan tahun 2017, atau bersamaan dengan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalsel.
Dari 13 kabupaten/kota di Kalsel yang masuk Pilkada serentak tahap I tahun 2015, yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah (HST), Balangan, Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Kotabaru.
Kemudian yang masuk Pilkada serentak tahap III yaitu Kabupaten Tanah Laut (Tala), Tapin, Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Kabupaten Tabalong.