• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News kalsel
Jumat, 2 Januari 2026
Antara News kalsel
Antara News kalsel
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Pariwisata & Lingkungan Hidup
    • Wonderful Indonesia Diving Directory jadi rujukan penyelam profesional

      Wonderful Indonesia Diving Directory jadi rujukan penyelam profesional

      Kamis, 18 Desember 2025 16:50

      Goa Batu Hapu dari perut Meratus jadi saksi warisan geologi

      Goa Batu Hapu dari perut Meratus jadi saksi warisan geologi

      Minggu, 14 Desember 2025 11:49

      Situs Geopark Meratus Goa Batu Hapu Tapin Kalsel

      Situs Geopark Meratus Goa Batu Hapu Tapin Kalsel

      Senin, 1 Desember 2025 15:03

      Pemprov Kalsel terapkan program tanam RBE seluas 100 hektare di Cempaka

      Pemprov Kalsel terapkan program tanam RBE seluas 100 hektare di Cempaka

      Kamis, 27 November 2025 20:20

      Dispar Kalsel tingkatkan pengembangan destinasi wisata banua

      Dispar Kalsel tingkatkan pengembangan destinasi wisata banua

      Senin, 24 November 2025 17:24

  • Nasional
    • Emas Antam Jumat naik tipis jadi Rp2.504.000 per gram

      Emas Antam Jumat naik tipis jadi Rp2.504.000 per gram

      Jumat, 2 Januari 2026 13:07

      Zelenskyy: "10 persen" lagi perang Rusia-Ukraina akan berakhir

      Zelenskyy: "10 persen" lagi perang Rusia-Ukraina akan berakhir

      Kamis, 1 Januari 2026 20:18

      Gunung Ibu lontarkan abu vulkanik hingga 800 meter

      Gunung Ibu lontarkan abu vulkanik hingga 800 meter

      Kamis, 1 Januari 2026 20:01

      Banjir bandang kembali terjang Maninjau disertai bunyi gemuruh

      Banjir bandang kembali terjang Maninjau disertai bunyi gemuruh

      Kamis, 1 Januari 2026 14:22

      Emas Antam masih stabil pada hari pertama 2026

      Emas Antam masih stabil pada hari pertama 2026

      Kamis, 1 Januari 2026 13:26

  • Seputar Kalsel
    • Pemprov Kalsel
    • Kotabaru
    • DPRD Kotabaru
    • Tanah Bumbu
    • Hulu Sungai Utara
    • Hulu Sungai Selatan
    • Hulu Sungai Tengah
    • Balangan
    • Tanah Laut
    • Yayasan Amanah Bangun Negeri
    • Banjarbaru
    • DPRD Kalsel
    • Tapin
    • Barito Kuala
    • DPRD Balangan
    • Banjar
    • Banjarmasin
    • Tabalong
    • Umum
    • Olahraga
      • Presiden hadirkan tontonan Piala Dunia 2026 untuk masyarakat Indonesia

        Presiden hadirkan tontonan Piala Dunia 2026 untuk masyarakat Indonesia

        Rabu, 31 Desember 2025 16:09

        Klasemen Super League: Persib akhiri tahun di posisi puncak

        Klasemen Super League: Persib akhiri tahun di posisi puncak

        Selasa, 30 Desember 2025 21:35

        19 pemain futsal masuk TC Piala Asia 2026

        19 pemain futsal masuk TC Piala Asia 2026

        Selasa, 30 Desember 2025 21:13

        Super League  - Persita bungkam Arema FC 1-0 di Stadion Kanjuruhan

        Super League - Persita bungkam Arema FC 1-0 di Stadion Kanjuruhan

        Selasa, 30 Desember 2025 20:27

        Super League - Persija bangkit, hantam Bhayangkara 3-0

        Super League - Persija bangkit, hantam Bhayangkara 3-0

        Senin, 29 Desember 2025 23:10

    • Pendidikan
        • Berita ULM
        • POLIBAN BANJARMASIN
        Rektor ULM apresiasi Polda Kalsel ungkap cepat pembunuh mahasiswi

        Rektor ULM apresiasi Polda Kalsel ungkap cepat pembunuh mahasiswi

        Sabtu, 27 Desember 2025 9:53

        ULM kirim tim bantuan kemanusiaan ke Aceh

        ULM kirim tim bantuan kemanusiaan ke Aceh

        Selasa, 23 Desember 2025 22:33

        ULM kukuhkan 712 lulusan di penutup tahun 2025

        ULM kukuhkan 712 lulusan di penutup tahun 2025

        Selasa, 23 Desember 2025 22:29

        Staf Ahli Sekjen Kemdiktisaintek: ULM punya peran strategis bangun SDM di Kalsel

        Staf Ahli Sekjen Kemdiktisaintek: ULM punya peran strategis bangun SDM di Kalsel

        Selasa, 23 Desember 2025 22:18

        Poliban-PLN berkomitmen lanjutkan program konversi motor listrik

        Poliban-PLN berkomitmen lanjutkan program konversi motor listrik

        Selasa, 23 Desember 2025 19:48

        Poliban raih lima penghargaan pada Anugerah Diktisaintek 2025

        Poliban raih lima penghargaan pada Anugerah Diktisaintek 2025

        Jumat, 19 Desember 2025 23:20

        Poliban bekali guru dan siswa SMK teknik konversi kendaraan listrik

        Poliban bekali guru dan siswa SMK teknik konversi kendaraan listrik

        Senin, 15 Desember 2025 19:55

        Poliban mantapkan penerapan program rekognisi pembelajaran lampau

        Poliban mantapkan penerapan program rekognisi pembelajaran lampau

        Sabtu, 13 Desember 2025 20:04

    • English News
      • Sumatra flood victims receive daily food aid for 3 months: minister

        Sumatra flood victims receive daily food aid for 3 months: minister

        Kamis, 1 Januari 2026 0:20

        Indonesia speeds up temporary housing for Sumatra disaster victims

        Indonesia speeds up temporary housing for Sumatra disaster victims

        Kamis, 1 Januari 2026 0:08

        Kotabaru govt holds 2025 SPI panel discussion

        Kotabaru govt holds 2025 SPI panel discussion

        Selasa, 30 Desember 2025 22:47

        Syamsudin Noor Airport decorated with diamond-jukung ornament

        Syamsudin Noor Airport decorated with diamond-jukung ornament

        Selasa, 30 Desember 2025 5:07

        Rescuers recover body of Spanish child in Labuan Bajo boat accident

        Rescuers recover body of Spanish child in Labuan Bajo boat accident

        Selasa, 30 Desember 2025 1:27

    • Infografik
    • Foto
      • PLN pulihkan sistem kelistrikan di Aceh

        PLN pulihkan sistem kelistrikan di Aceh

        Minggu, 21 Desember 2025 21:36

        Legislator hadiri Balangan Colour Fest 2025

        Legislator hadiri Balangan Colour Fest 2025

        Sabtu, 13 Desember 2025 20:50

        Tim Sekretariat DPRD Banjarbaru monitoring reses anggota dewan

        Tim Sekretariat DPRD Banjarbaru monitoring reses anggota dewan

        Senin, 8 Desember 2025 20:47

        PLN UID Kalselteng berangkatkan tim relawan kelistrikan ke Aceh

        PLN UID Kalselteng berangkatkan tim relawan kelistrikan ke Aceh

        Senin, 8 Desember 2025 15:44

        Wakil DPRD Tanah Bumbu komitmen perjuangkan aspirasi warga Batuah

        Wakil DPRD Tanah Bumbu komitmen perjuangkan aspirasi warga Batuah

        Minggu, 7 Desember 2025 11:26

    • Video
      • Menteri LH Hanif tinjau titik banjir di Kabupaten Banjar

        Menteri LH Hanif tinjau titik banjir di Kabupaten Banjar

        Selasa, 30 Desember 2025 19:59

        Produksi padi Kalsel 2025 1,17 juta ton, lampaui target nasional

        Produksi padi Kalsel 2025 1,17 juta ton, lampaui target nasional

        Senin, 29 Desember 2025 20:13

        Antusias Haul Guru Sekumpul, ribuan jemaah padati jalanan Banjarmasin

        Antusias Haul Guru Sekumpul, ribuan jemaah padati jalanan Banjarmasin

        Minggu, 28 Desember 2025 19:24

        Banjarmasin waspada banjir kiriman dan pasang air laut

        Banjarmasin waspada banjir kiriman dan pasang air laut

        Minggu, 28 Desember 2025 6:26

        Hasil audit BPK Kalsel: 31 temuan pada 9 entitas pemda di semester II

        Hasil audit BPK Kalsel: 31 temuan pada 9 entitas pemda di semester II

        Rabu, 24 Desember 2025 0:32

    Artikel - Menjaga Meratus Menyelamatkan Dunia

    Minggu, 14 Januari 2018 1:34 WIB

    Artikel - Menjaga Meratus Menyelamatkan Dunia

    Globe Kalimantan (Antaranews Kalsel/ist)

    Dari 8 Kabupaten di Kalsel yang masuk wilayah Meratus, cuma Kabupaten HST yang belum digarap pertambangan batu baranya


    Barabai, (Antaranews Kalsel) - Ketika mendengar kata Pegunungan Meratus maka akan ada terasa kesejukan dan perasaan yang tenang karena merupakan kawasan pegunungan yang berada di Tenggara Pulau Kalimantan membelah Provinsi Kalimantan Selatan menjadi dua, membentang sepanjang 600 km2 dari arah tenggara dan membelok ke arah utara hingga perbatasan Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

    Pegunungan ini menjadi bagian dari delapan kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan yaitu Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Balangan, Hulu Sungai Selatan (HSS), Tabalong, Kotabaru, Tanah Laut, Banjar dan Kabupaten Tapin.

    Sedangkan di Provinsi Kalimantan Timur mencangkup Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Barat bagian selatan, sementara di Provinsi Kalimantan Tengah meliputi sebagian kecil Kabupaten Barito Utara dan Kabupaten Barito Timur.

    Bagi suku Dayak Meratus, hutan merupakan paru-paru bagi kehidupannya dengan pemanfaatannya dikelola secara bersama yang mereka atur berdasarkan kebiasan atau adat.

    Model pengelolaannya berbasis pada nilai ekonomis, ekologis dan keberlanjutan yang sumber daya alamnya menjadi sumber pendapatan pemenuhan kehidupan sehari-hari sekaligus sebagai tabungan masa depannya untuk anak cucu mereka.

    Mata pencahariannya mengandalkan sumber daya alam setempat yang memiliki rotasi ekonomi sepanjang tahun sesuai musim yang berlaku, mulai usaha pertanian berupa padi Tugalan, kebun rotan, kebun karet dan hasil hutan non kayu seperti kulit kayu gemor, getah jelutung, obat tradisional dan buah-buahan lokal musiman.

    Proses pengelolaannya atau pemanfaatan dan pelestariannya diatur dengan kesepakatan adat oleh masyarakat Dayak melalui musyawarah yang dipimpin oleh kepala adat dan sumber daya alam yang dimaksud antara lain, hutan, kebun, sungai-sungai dan mahluk hidup di dalamnya termasuk manusia tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya.

    Pegunungan Meratus merupakan ekosistem hutan hujan tropika yang memiliki ciri khas dan unik oleh karena itulah Indonesia secara umum menjadi Negara terpenting dalam perlindungan hutan hujan tropika di Asia.

    Hutan Borneo yang mana termasuk di dalamnya hutan di pegunungan Meratus juga dikenal oleh seluruh dunia sebagai Lungs of The World yaitu paru-paru dunia karena masih banyaknya tumbuhan yang hidup dalam ekosistem hutan baik yang masih alami dan juga sudah dikelola oleh masyarakat daerahnya.

    Disebut sebagai paru-paru dunia karena memiliki penghasil oksigen terbesar guna kelangsungan hidup makhluk hidup di dunia ini.

    Kawasan hutan merupakan aset penting untuk meredam dampak pemanasan global dengan kemampuannya menyerap sejumlah besar karbondioksida dari atmosfer dalam proses fotosintesis.

    Para pakar dan aktivis lingkungan juga berusaha untuk segera memasukkan kawasan Pegunungan Meratus ke dalam mekanisme udara bersih atau lean Development Mechanism sehingga kelestarian kawasan tersebut kemudian akan menjadi kepedulian seluruh dunia.

    Karena hutan Pegunungan Meratus yang terbentang dengan luas lebih dari satu juta hektar merupakan aset besar yang memberikan kontribusi bagi kesegaran udara dunia.

    Namun selain keindahan alam dan keasrian hutannya, pegunungan Meratus juga kawasan yang dikenal memiki cadangan bahan tambang melimpah khususnya batu bara yang menggairahkan berbagai kalangan mengeksploitasi bahan galian yang disebut pula sebagai “emas hitam”.

    Dari delapan Kabupaten di Kalsel yang masuk wilayah Meratus, cuma Kabupaten HST yang belum digarap pertambangan batu baranya, sehingga menjadi incaran para Perusahaan besar dan kecil untuk bersaing dan terkesan menghalalkan segala cara untuk dapat mengekploitasi.

    Pusat Sumberdaya Geologi Departemen Pertambangan dan Energi juga pernah melalukan penelitian dan menyelidiki potensi tambang di HST dengan mendeteksi cadangan batu bara di dua Kecamatan yaitu Batang Alai Timur dan Haruyan.

    Di Kecamatan Batang Alai Timur terdapat 15 juta ton dengan nilai panas 5.000-6.000 kcal per kilogram sedangkan di Kecamatan Haruyan terdeteksi sekitar 300 ribu ton,dengan nilai kalori 6.000-7.000 kcal per kilogram.

    Izin kuasa pertambangan (KP) batubara yang pernah dikeluarkan HST pernah terjadi tahun 1995 namun karena dalam pelaksanaannya izin tersebut disalahgunakan, hingga Pemerintah Kabupaten mencabutnya pada tahun 2002.

    Saat ini ada dua perusahaan besar yang mengantongi izin dari Pemerintah pusat yang merupakan pemegang Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) yaitu PT Antang Gunung Meratus (AGM) dengan luas arealnya di HST 3.242 hektare Sedangkan PT Mantimin Coal Mining (MCM) yang juga memgantongi ijin dengan bahan galian seluas 1.964 hektare.

    Bentuk penolakan dari masyarakat dan Pemerintah Daerah seakan-akan tidak diindahkan oleh 2 Perusahaan tersebut karena pada Tahun 2017 kembali ada permintaan penyesuaian Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) HST yang terkena koordinat PKB2B untuk memulai rencana kerangka acuan AMDAL penambangan batu bara.

    Namun lagi-lagi mendapatkan penolakan dari Pemerintah Daerah, LSM maupun masyarakat setempat dan juga secara tegas Bupati HST H Abdul Latif saat itu pernah mengeluarkan statment jika HST sampai di eksploitasi batu bara maka siap mundur dari jabatannya.

    Di Tahun yang sama pula PT Antang Gunung Meratus (AGM) kembali dengan berani memasang patok di tanah milik warga secara diam-diam di zona wilayah yang sudah masuk dalam PKP2B yaitu Kecamatan Haruyan, Hantakan dan Batang Alai Selatan dan sempat ada reaksi memanas di tengah masyarakat karena mereka menganggap ilegal.

    Bupati HST dengan sigap langsung mendatangi kantor PT AGM dengan membawa dokumen penolakan dari masyarakat HST dan mengeluarkan surat bernomor 800/288/DLHP/2017 yang berisi penolakan tambang batubara tertanggal 5 September 2017 kepada Menteri ESDM.

    Penolakan disampaikan berdasarkan hasil rapat pembahasan PKP2B Blok Batu Tangga untuk PT Mantimin Coal Mining (MCM) dan PKP2B PT AGM di Blok Haruyan pada 25 Agustus 2017 dan jajaran Perusahaan juga meminta maaf karena tidak memberitahukan atau mensosialisasikan sebelumnya terkait pemasangan patok itu.

    Pada awal Tahun 2018 ini masyarakat HST kembali di buat geger dengan surat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang menerbitkan keputusan dengan Nomor 441.K/30/DJB/2017 tentang Penyesuaian Tahap Kegiatan PKP2B kepada PT MCM menjadi tahap kegiatan operasi produksi.

    Surat Keputusan tersebut dikeluarkan untuk penambangan di wilayah Kabupaten HST yang meliputi Kecamatan Batang Alai Timur yang ditandatangani atas nama Menteri ESDM yaitu Dirjen mineral dan Batu bara Bambang Gatot Ariyono tertanggal 4 Desember 2017 lalu yang ditembuskan kepada Bupati HST, Bupati Tabalong dan Bupati Balangan serta Direksi PT MCM.

    Surat itu memutuskan bahwa Perusahaan tersebut sudah bisa melakukan tahap kegiatan operasi produksi yang artinya sudah boleh ditambang.

    Adapun titik koordinatnya untuk tahap kegiatan produksi meliputi tiga lokasi yaitu di Kabupaten HST, Balangan dan Tabalong dengan total luas 5.908 hektare dan kegiatan operasi produksi berlaku sampai 2034 mendatang.

    Tentu saja SK tersebut mendapat reaksi keras penolakan dari berbagai kalangan disaat HST mengalami banjir dan Bupatinya dijadikan tersangka oleh KPK.

    Muncul juga petisi penolakan yang sudah di tandatangani puluhan ribu masyarakat dari berbagai kalangan dan reaksi dari DPR RI hingga para aktivis lingkungan hidup.

    Masyarakat menganggap, tidak ditambang saja Barabai setiap tahunnya kebanjiran apalagi jika ditambang maka akan merusak lingkungan hidup dan dapat mengubah secara total baik iklim maupun keberlangsungan hayati.

    Termasuk juga hilangnya vegetasi secara tidak langsung ikut menghilangkan fungsi hutan sebagai pengatur tata air, pengendalian erosi, banjir, penyerap karbon, pemasok oksigen dan pengatur suhu.

    Selain itu penambangan batu bara juga bisa mengakibatkan perubahan sosial ekonomi masyarakat disekitar kawasan penambangan.

    Upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap dampak yang ditimbulkan oleh pertambangan batu bara perlu dilakukan tindakan-tindakan yang serius dan tidak dapat di pungkiri bahwa Pemerintah mempunyai peran yang penting dalam mencari solusi terhadap dampak dan pengaruh pertambangan batu bara.

    Pemerintah harus menyadari bahwa tugas mereka adalah memastikan masa depan yang dimotori oleh energi bersih dan terbarukan hingga dengan cara ini kerusakan pada manusia dan kehidupan sosialnya serta kerusakan ekologi dan dampak buruk perubahan iklim dapat dihindari.

    Namun kenyataannya malah Pemerintah Pusat kembali memberikan surat ijin kegiatan operasi produksi penambangan tanpa melihat dampak dan gejolak yang terjadi di masyarakat.

    HST sebagai salah satu lumbung produksi padi di Kalimantan Selatan, tentunya irigasi dan kawasan pertanian para petani merupakan suatu sumber dari keberlangsungan hidup mereka.

    Ribuan keluarga petani di HST akan terancam keberlangsungan hidupnya dikarenakan ribuan hektar sawah garapan mereka terancam tidak mendapat pasokan air.

    Izin pertambangan batubara tentunya sangat menyakiti hati rakyat HST, karena mayoritas penduduknya adalah petani dan dampak ini akan langsung dirasakan oleh mereka karena area konsesi pertambangan batubara semuanya bermuara ke Sungai Batang Alai yang merupakan sungai utama sebagai sumber irigasi petani, apalagi setelah rampungnya bendungan Sungai Batang Alai ini akan mampu mengairi 6.223 Ha sawah dari ribuan petani.

    Selain itu berdasarkan overlay peta kawasan hutan dan berdasarkan SK Menhut No. 435/2009, ternyata konsesi pertambangan batubara PT. MCM tersebut sebagian bertumpang tindih dengan kawasan Hutan Lindung.

    Jadi sudah jelas bahwa kegiatan eksplorasi dan eksploitasi tambang batubara akan mengancam keberadaan kawasan lindung dan catchment area Sungai Batang Alai.

    Pertambangan batu bara tersebut di prediksikan akan memperparah bencana banjir yang selama ini terjadi di HST dan juga Kerawanan bencana banjir dan longsor di HST akan semakin meningkat dengan adanya pertambangan di catchment area Sungai Batang Alai.

    Padahal, seperti yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Tahun 2006 sampai 2025, Kabupaten HST sudah konsisten mengutamakan pembangunan berbasis lingkungan yang diperkuat dengan Perda Nomor 4 Tahun 2010.

    Selanjutnya pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) HST periode 2016-2021 dalam Perda Nomor 5 Tahun 2016 menyatakan juga bahwa sumber daya yang tidak diperbaharui tidak dieksploitasikan secara maksimal hanya demi kepentingan jangka pendek.

    Pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat fokus pada sektor pertanian baik itu perkebunan, perikanan dan kehutanan dengan senantiasa meningkatan kualitas sumber daya manusianya dan menyediakan fasilitas pendukung yang menunjang.

    Maka sudah menjadi keniscayaan kepada setiap masyarakat Indonesia pada umumnya dan warga Provinsi Kalsel yang terkhusus warga Bumi Murakata untuk berani bertindak, bergerak dan menolak pertambangan batu bara di HST untuk keberlangsungan lingkungan dan anak cucu kita serta keberlangsungan dunia.

    Pewarta: M. Taupik Rahman
    Editor : Muhammad Taufikurrahman
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



    • Whatsapp
    • facebook
    • twitter
    • email
    • pinterest

    Berita Terkait

    Masyarakat HST Kalsel tetap tolak usaha pertambangan

    Masyarakat HST Kalsel tetap tolak usaha pertambangan

    27 Januari 2024 07:37

    Unjuk rasa Mahasiswa di Banjarmasin

    Unjuk rasa Mahasiswa di Banjarmasin

    1 Mei 2023 17:48

    Ratusan pemuda di Sangihe tolak operasi PT Tambang Mas Sangihe

    Ratusan pemuda di Sangihe tolak operasi PT Tambang Mas Sangihe

    29 Oktober 2021 07:53

    Aktivis, DPRD dan Pemkab HST kembali gaungkan 'Save Meratus'

    Aktivis, DPRD dan Pemkab HST kembali gaungkan 'Save Meratus'

    6 Oktober 2021 16:47

    Komitmen Save Meratus, Pemkab HST kembangkan ekonomi kreatif di wilayah hulu

    Komitmen Save Meratus, Pemkab HST kembangkan ekonomi kreatif di wilayah hulu

    2 Oktober 2021 20:04

    Tolak tambang andesit, aktivis lingkungan Kosim diduga alami kekerasaan

    Tolak tambang andesit, aktivis lingkungan Kosim diduga alami kekerasaan

    22 Maret 2021 19:15

    Forum Sempekat tolak beroperasinya tambang batu bara Kutai Barat

    Forum Sempekat tolak beroperasinya tambang batu bara Kutai Barat

    15 Agustus 2020 07:46

    Warga Batu Beriga Bangka Tengah tolak tambang laut

    Warga Batu Beriga Bangka Tengah tolak tambang laut

    11 Oktober 2019 19:11

    Terpopuler

    "Baah" landa HST Kalsel

    "Baah" landa HST Kalsel

    1.466 rumah dan 1.615 KK terdampak banjir bandang di Tebing Tinggi

    1.466 rumah dan 1.615 KK terdampak banjir bandang di Tebing Tinggi

    Polres HSS segel SPBE Telang terkait LPG kurangi timbangan

    Polres HSS segel SPBE Telang terkait LPG kurangi timbangan

    2.895 warga terdampak banjir dievakuasi di Kabupaten HSS

    2.895 warga terdampak banjir dievakuasi di Kabupaten HSS

    Banjir Bandang hantam dua kecamatan di Balangan

    Banjir Bandang hantam dua kecamatan di Balangan

    Top News

    • Tersangka korupsi Perumda Tabalong Jaya dan BRI  Tanjung berstatus DPO

      Tersangka korupsi Perumda Tabalong Jaya dan BRI Tanjung berstatus DPO

      31 Desember 2025 18:20

    • Hari keempat banjir bandang di Balangan, 13.583 jiwa terdampak

      Hari keempat banjir bandang di Balangan, 13.583 jiwa terdampak

      31 Desember 2025 12:44

    • Polsek Banjarmasin Timur gagalkan peredaran 1,4 kg sabu

      Polsek Banjarmasin Timur gagalkan peredaran 1,4 kg sabu

      31 Desember 2025 09:27

    • Bunuh mahasiswi ULM, Bripda MS sempat borgol tangan korban

      Bunuh mahasiswi ULM, Bripda MS sempat borgol tangan korban

      29 Desember 2025 23:30

    • Bunuh mahasiswi ULM, Bripda MS dipecat sebagai anggota Polri

      Bunuh mahasiswi ULM, Bripda MS dipecat sebagai anggota Polri

      29 Desember 2025 19:36

    Antara News kalsel
    kalsel.antaranews.com
    Copyright © 2026
    • Mobile Site
    • Top News
    • Terkini
    • RSS
    • Twitter
    • Facebook
    • Seputar Kalsel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • English News
    • Ketentuan Penggunaan
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kebijakan Privasi
    • BrandA
    • ANTARA Foto
    • Korporat
    • PPID
    • www.antaranews.com
    • Antara Foto
    • IMQ
    • Asianet
    • OANA