Tanjung (ANTARA) - Pelaku usaha pertanian yang didominasi para lansia menimbulkan keprihatinan Bupati Tabalong, Kalimantan Selatan H Muhammad Noor Rifani sehingga perlu memotivasi kaum milenial untuk menjadi petani.
"Saya prihatin melihat 50 persen petani kita usianya sudah hampir lansia karena itu petani milenial perlu dimotivasi dengan alat pertanian yang modern," jelas Noor Rifani, Sabtu.
Bupati yang biasa disapa Haji Fani menilai anak muda sekarang tidak akan mau turun ke sawah jika harus menggunakan cangkul secara manual.
Tetapi jika menggunakan teknologi pertanian seperti traktor, mesin tanam dan lainnya pekerjaan akan lebih efisien, efektif, dan menarik bagi mereka.
Baca juga: Capai 100 persen Posbankum, Bupati Tabalong terima penghargaan Menhum
.
Sektor pertanian dan petani milenial sendiri menjadi prioritas pembangunan di Bumi Saraba Kawa' mengingat
sekitar 60 persen masyarakat bekerja sebagai petani dan pekebun.
Kehidupan masyarakat Tabalong dari dulu sampai sekarang bertumpu pada pertanian, peternakan, dan perkebunan.
Sebelumnya Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian setempat memberikan bantuan alsintan dari dana APBD Perubahan 2025 Kabupaten Tabalong sebagai bentuk pembinaan terhadap petani milenial.
Baca juga: Pemkab Tabalong berkomitmen perkuat sektor pertanian
Bantuan alsintan yang diberikan antara lain traktor roda 4 dan traktor bajak untuk Kecamatan Tanjung.
Traktor roda 2 rotary dengan sasaran Desa Pemarangan Kiwa, Desa Tanta, Desa Kembang Kuning, Desa Halong dan Kelurahan Pulau.
