Barabai (ANTARA) - Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan Samsul Rizal memimpin langsung apel kesiapsiagaan prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 621/Manuntung yang digelar di Lapangan Dwi Warna Barabai.
"Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara Pemerintah Daerah dan TNI dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban wilayah," kata Bupati Rizal di Barabai, Sabtu.
Apel kesiapsiagaan ini turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) HST, Komandan Yonif 621/Manuntung, Sekretaris Daerah, para kepala SKPD, seluruh camat se-Kabupaten HST, serta seluruh perwira, bintara, tamtama, dan prajurit Yonif 621/Manuntung.
Bupati Samsul Rizal menegaskan bahwa peran prajurit tidak hanya terbatas pada kemampuan tempur, tetapi juga kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
Menurutnya, tantangan ke depan tidak hanya berkaitan dengan pertahanan, tetapi juga mencakup pengamanan wilayah, penanganan bencana alam, serta persoalan sosial yang semakin kompleks.
“Tugas menjaga kedaulatan dan keamanan bukan hanya soal mengangkat senjata di garis depan, tetapi juga kesiapsiagaan dalam menyikapi dinamika yang terjadi di tengah masyarakat,” tegasnya.
Baca juga: Bupati HST lantik 17 pejabat untuk tingkatkan pelayanan masyarakat
Bupati menekankan bahwa apel kesiapsiagaan ini bukan sekadar agenda seremonial rutin, melainkan pernyataan komitmen dan kesiapan prajurit dari berbagai aspek, mulai dari personel, materiil, hingga mental.
Ia mengingatkan bahwa kewaspadaan harus selalu dijaga, mengingat tantangan ke depan menuntut kesiapan tanpa kompromi.
“Ini adalah pernyataan kesiapan. Siap personel, siap material, dan siap mental. Tantangan ke depan mulai dari potensi bencana alam, pengamanan wilayah, hingga kompleksitas sosial menuntut kita untuk tidak lengah sedikit pun,” ujarnya.
Bupati Rizal juga menyoroti pentingnya peningkatan profesionalisme prajurit di setiap lini, kesiapan fisik, mental, serta kemampuan taktis harus terus diasah melalui latihan yang terencana dan disiplin yang kuat.
Ia menegaskan prinsip bahwa kesiapan yang tidak terpakai jauh lebih baik dibandingkan ketidaksiapan saat dibutuhkan.
Selain itu, aspek kewaspadaan dini turut menjadi perhatian utama, setiap potensi gangguan keamanan diharapkan dapat terdeteksi sejak awal, sehingga tidak berkembang menjadi ancaman yang lebih besar bagi stabilitas wilayah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Baca juga: Pemkab HST himpun masukan masyarakat untuk RKPD tahun 2027
"Saya optimistis semangat Manuntung akan terus mengiringi pengabdian para prajurit dalam menjaga keamanan dan perdamaian di Bumi Murakata," ujarnya.
Usai apel, Bupati Rizal juga mengetes semangat prajurit dengan yel-yel khas Manuntung yang meningkatkan dirinya juga pernah berjuang menjadi bagian dari kesatuan tersebut saat masih bertugas di militer.
