Banjarmasin (ANTARA) - Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura (BBTPH) Provinsi Kalimantan Selatan terus berkomitmen mendukung program swasembada pangan melalui produksi benih tanaman pangan dan hortikultura unggulan khas Kalimantan Selatan.
Kepala Balai Benih Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Selatan Sigid Sarsanto di Banjarbaru, Kamis, menyampaikan pada tahun 2026 BBTPH Kalsel tetap melaksanakan program rutin produksi benih sumber tanaman pangan dan hortikultura.
“Untuk benih tanaman pangan meliputi padi, kedelai, dan kacang tanah. Sedangkan untuk hortikultura, kami fokus pada tanaman hias (anggrek) dan sayuran, terutama cabai serta berbagai jenis buah-buahan,” ujar Sigid.
Selain komoditas hortikultura utama, BBTPH Kalsel juga memproduksi dan melestarikan buah-buahan lokal dan langka khas Kalimantan Selatan (Eksostika) seperti kasturi, rambutan, mundar.
Tak hanya itu, benih melalui entres buah seperti durian dan alpukat juga tersedia secara berkelanjutan.
Pada tahun 2026, BBTPH Kalsel ditargetkan oleh Pemprov Kalsel mengumpulkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp408.750.000, yang hingga kini dapat dicapai dengan dukungan anggaran yang relatif seimbang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
BBTPH Kalsel memiliki sejumlah Unit Produksi Benih (UPB) yang tersebar di UPB Batu Tungku dan UPB Sarang Halang di Kabupaten Tanah Laut khusus memproduksi benih palawija seperti kedelai dan kacang tanah.
UPB Pabahanan (Tanah Laut), UPB Sungai Tabuk (Kabupaten Banjar), dan UPB Binuang memproduksi benih padi.
Produksi benih hortikultura, buah-buahan, dan sayuran dilakukan di UPB Sungkai serta di balai benih TPH di Banjarbaru.
Seluruh benih yang dihasilkan BBTPH Kalsel merupakan benih sumber minimal berlabel ungu, yang menjadi benih sumber sebelum dikembangkan menjadi benih siap sebar berlabel biru.
Sistem berjenjang ini menjadikan benih BBTPH sebagai modal awal dalam menghasilkan benih bermutu, yang selanjutnya didistribusikan kepada penangkar/petani melalui UPB dan penangkar.
Mendukung program pertanian daerah, BBTPH Kalsel juga membuka peluang pemesanan benih sesuai kebutuhan kelompok tani dan penangkar.
Jenis padi, varietas Inpari, khususnya Inpari Gemah, menjadi salah satu yang paling banyak diminati.
“Dengan dukungan anggaran APBD sebesar Rp2,6 miliar, BBTPH Kalsel mengembangkan kawasan padi seluas sekitar 16 hektare, kawasan kedelai 2 hektare, serta kawasan kacang tanah 2 hektare. Seluruh benih yang diproduksi sumber dipastikan bersertifikat dan bermutu,” tutupnya.
