Banjarmasin (ANTARA) - Komisi I DPR RI melakukan kunjungan kerja ke Markas Korem 101/Antasari di Banjarmasin, Rabu, Mereka membahas berbagai isu mulai penguatan pertahanan wilayah hingga rencana strategis pemekaran Komando Daerah Militer (Kodam) baru di Kalimantan Selatan pada tahun 2027 mendatang.
Rombongan 11 anggota legislatif ini dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta. Selain meninjau kesiapan personel pasca perpindahan komando dari Kodam VI/Mulawarman ke Kodam XXII/Tambun Bungai, para legislator juga fokus pada peran TNI dalam penanggulangan bencana.
Sukamta menegaskan bahwa Kalimantan Selatan memiliki karakteristik kerawanan bencana yang cukup tinggi, terutama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir. Oleh karena itu, kesiapan TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP) juga menjadi sorotan utama.
"Di Kalsel ini frekuensi bencana alam relatif tinggi. Kami ingin memastikan kesiapan personel di lapangan. Selain itu, berdasarkan rencana tahun 2027, Kalsel akan dimekarkan menjadi Kodam tersendiri. Kami meninjau langsung kesiapan lokasi markas dan struktur organisasinya," ujar Sukamta.
Anggota Komisi I DPR RI asal Dapil Kalsel I, Bambang Heri Purnama, menambahkan bahwa proses pembangunan fisik untuk Kodam baru tersebut diharapkan mulai berjalan pada tahun 2026. Ia menyebut lahan seluas hampir 10 hektare telah disiapkan dan sudah dalam tahap land clearing.
"Kalsel adalah penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN). Saya sudah mengusulkan kepada pimpinan Komisi I agar ada penambahan peralatan penunjang, seperti alat angkut dan alat berat, khusus untuk membantu penanganan banjir dan kebakaran yang diprediksi masih menjadi tantangan dalam dua tahun ke depan," tegas Bambang.
Sementara itu, Danrem 101/Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus menyatakan jajarannya berkomitmen penuh mendukung program Asta Cita Presiden, mulai dari ketahanan pangan hingga program makan bergizi. Namun, ia tidak menampik adanya keterbatasan material di lapangan.
"Kami sudah melaporkan kondisi material kami yang masih terbatas kepada Komisi I. Kami berharap dukungan ini segera terealisasi agar penanganan karhutla dan banjir di wilayah Kalsel bisa lebih optimal," jelas Danrem.
Hasil dari pertemuan ini nantinya dibawa ke tingkat pusat sebagai basis laporan dalam rapat kerja bersama mitra TNI.
