Balangan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan, Kalimantan Selatan mengimbau kepada seluruh warga untuk berhati-hati terhadap kemunculan ular di rumah saat musim hujan berlangsung.
“Akibat adanya curah hujan tinggi dapat membuat habitat ular tergenang air, sehingga reptil tersebut mencari tempat yang lebih hangat dan kering, termasuk ke area pemukiman,” kata Kepala Pelaksana BPBD Balangan Rahmi di Paringin, Senin.
Baca juga: BPBD: Sebanyak 10.715 rumah rusak akibat banjir di Aceh Timur
Hal ini menurut Rahmi para warga diharapkan meningkatkan kewaspadaan karena pergerakan ular kerap meningkat pada musim hujan sekarang ini, karena biasanya ular mencari tempat berlindung saat habitat aslinya tergenang air.
Rahmi menuturkan penting bagi warga untuk menjaga kebersihan rumah, membersihkan semak atau puing-puing di pekarangan rumah dan menutup akses yang bisa dimasuki ular.
Sebagai langkah pencegahan, BPBD Balangan membagikan sejumlah tips sederhana agar ular tidak masuk ke rumah antara lain menutup lubang pembuangan air dengan kawat ram kecil, memangkas dahan pohon yang menjulur ke atap, serta rajin membersihkan gudang atau area lembap yang gelap.
"Warga juga disarankan menaburkan kapur barus di sudut ruangan, celah dinding, atau bawah kursi, serta menutup celah pintu belakang dengan kayu atau keset tebal," tuturnya.
Baca juga: Akibat banjir lahar Semeru, warga Dusun Sumberlangsep mengungsi
Rahmi juga mengimbau jika warga menemukan ular di sekitar rumah, sebaiknya tidak panik serta tidak membunuh hewan tersebut dan segera hubungi petugas TRC BPBD Balangan atau relawan penyelamat satwa agar dapat ditangani dengan aman.
