Balangan (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel), meningkatkan kapasitas tim reaksi cepat (TRC) dengan ilmu psikososial pasca bencana alam.
“Bencana bukan hanya berdampak pada kerusakan fisik dan kerugian material, namun juga menimbulkan luka psikologis dan sosial bagi para korban,” kata Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Sairil Fajeri di Balangan, Jumat.
Baca juga: BPBD Balangan catat Batingsor tidak separah tahun sebelumnya
Sairil menuturkan peran TRC tidak hanya terbatas pada penanganan darurat, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pendampingan psikososial agar masyarakat dapat bangkit kembali, pulih dan menata kehidupan pasca bencana.
Sairil menyebutkan kegiatan tersebut untuk membekali TRC dengan kemampuan yang memadai untuk memberikan dukungan dan meringankan beban psikologis korban, membantu memulihkan ketangguhan dan fungsi optimal individu atau masyarakat pasca-trauma, serta mencegah dampak negatif yang lebih buruk dengan memberikan bantuan psikologis yang efektif segera setelah bencana.
Selain itu, Sairil menambahkan pelatihan tersebut untuk memberikan bantuan psikologis awal sehingga TRC perlu dibekali kemampuan untuk memberikan dukungan psikologis dasar kepada korban secara segera pasca bencana, membantu mereka merasa aman dan tenang.
Baca juga: Tenaga honorer terlibat narkoba, BPBD Balangan serahkan ke kepolisian
Kemudian ,ujar Sairil, mengurangi beban psikologis dan mencegah dampak negatif yaitu membantu meringankan beban psikologis yang timbul akibat bencana dan mencegah reaksi negatif berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
"Kegiatan ini juga mengembalikan fungsi optimal dan ketangguhan agar TRC dapat membantu individu, keluarga dan masyarakat untuk berfungsi kembali secara optimal, serta membangun kembali ketangguhan diri dalam menghadapi masalah," ujarnya.
Sairil mengungkapkan pembekalan ini mendorong pemulihan dan produktivitas dengan dukungan yang tepat, korban bencana diharapkan dapat kembali produktif dan berdaya guna, mengurangi dampak jangka panjang bencana terhadap kehidupan korban
Baca juga: Kecamatan Paringin komitmen bentuk Satgas dan relawan desa tangguh bencana
