Amuntai (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Bahan Bakar Minyak (BBM) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Asisten II HSU Ahmad Rijani, mengatakan, masih terdapat hambatan dalam rantai distribusi BBM sehingga mempengaruhi ketersediaan di wilayah HSU.
Baca juga: Peringati HDI, Bupati HSU harapkan penguatan inklusif
“Ada beberapa kendala yang kita temui saat ini, yaitu belum lancarnya penyaluran stok BBM di HSU. Kami dari tim Satgas akan terus memantau ketersediaan stok,” ujarnya, di Amuntai, Rabu.
Hal ini karena keluhan masyarakat terkait kelangkaan BBM serta kenaikan harga eceran yang signifikan. Menimbulkan antrean panjang di SPBU dan keresahan publik.
Masyarakat mengeluhkan harga pertalite yang dijual pengecer mencapai Rp14.000–Rp16.000 per liter, sementara pertamax dijual Rp18.000–Rp20.000 per liter.
Kasat Intel Polres HSU Agus Murti Widodo, menyampaikan bahwa kondisi di beberapa SPBU mulai menunjukkan perbaikan.
“Mudah-mudahan setelah ini pendistribusian BBM di HSU lancar dan tidak terkendala, mengingat sebentar lagi kita memasuki Natal, Haul Sekumpul, dan Haul Guru Danau,” ujarnya.
Pemerintah HSU bersama Satgas memastikan pengawasan akan terus diperketat. Masyarakat dipersilakan melaporkan bila ada indikasi penyimpangan distribusi BBM di lapangan.
Baca juga: Wabup HSU: Bangga jadi Alumni STIPER Amuntai
Sidak ini dipimpin Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda HSU Ahmad Rijani, didampingi TNI/Polri, Kejaksaan Negeri HSU, Inspektorat, Diskuperindag, Dishub, Satpol PP, serta unsur satgas lainnya.
