Banjarmasin (ANTARA) - Aliansi masyarakat dan mahasiswa Kalimantan Selatan (Kalsel) kembali berunjukrasa mendatangi "Rumah Banjar" (Gedung DPRD provinsi) di Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Rabu menjelang sore.
Mereka dalam aksi tersebut mengajukan enam tuntutan. Kehadiran mereka diterima oleh Ketua DPRD Kalsel H Supian HK bersama Wakil Ketua HM Alpiya Rakhman (Gerindra) serta empat anggota dewan.
Empat anggota yang juga menerima aksi massa tersebut adalah HM Rosehan Noor Bachri (PDI Perjuangan), Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah (Golkar) yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel, Agus Mulia Husin (PAN) dan Sekretaris Komisi I Bidang Pemerintahan dan Hukum Ilham Noor (Gerindra).
Pada prinsipnya Ketua DPRD Kalsel dua periode, yang juga politikus senior Partai Golkar itu, menerima tuntutan pengunjukrasa tersebut dan berjanji memperjuangkannya hingga tingkat pusat.
Begitu juga Wakil Ketua DPRD Kalsel Alpiya serta empat anggota dewan provinsi yang menerima dialog dengan pengunjukrasa tersebut bisa menerima tuntutan mereka.
Enam tuntutan Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Kalseli tersebut, yaitu:
1..Mendesak DPR RI dan DPRD Kalsel menyuarakan kritik terhadap Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang baru disahkan, karena berpotensi melanggar HAM.
2. Meminta pembatalan penetapan Taman Nasional Meratus yang dianggap mengancam ruang hidup masyarakat adat.
3. Menuntut penertiban total tambang ilegal serta penyidikan terbuka terkait perampasan tanah dan pencemaran lingkungan
4. Mendesak audit lingkungan menyeluruh, penyediaan air bersih darurat, perbaikan infrastruktur terdampak tambang, dan pemulihan hak masyarakat adat.
5. Menolak implementasi kebijakan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan meminta kajian ulang untuk menjamin ketersediaan BBM berkualitas.
6. Mendesak Presiden dan DPR RI segera mengesahkan undang-undang yang berpihak pada rakyat.
Penerimaan terhadap pengunjukrasa tersebut semula di jalanan depan Rumah Banjar, akhirnya dialog di ruang rapat paripurna DPRD Kalsel. Namun suasana berjalan tertib dan kondusif.

Sebelumnya Senin (24/11/202 aliansi mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kalsel juga mendatangi Rumah Banjar dan nyaris rusuh karena pengunjukrasa mau memaksakan diri masuk gedung/area Gedung DPRD tersebut.
Massa aksi pada kesempatan ini lebih sedikit dari 24 November lalu. Sementara pengaman kepolisian terhadap Rumah Banjar lebih banyak, baik personel maupun alat kelengkapan.
