Banjarbaru (ANTARA) - Ketua Komite II DPD RI Dr Badikenita Br. Sitepu meminta Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Selatan (Kanwil Kalsel) untuk bisa mengoptimalisasi penyaluran 4.800 ton stok beras yang ditargetkan habis hingga Desember tahun ini.
"Beras yang lama tersimpan di gudang harus dihabiskan, optimalisasinya bisa lewat program bantuan pangan bagi 18,2 juta penerima manfaat termasuk program beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)," kata dia saat mengecek pergudangan Bulog di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin.
Senator asal daerah pemilihan Sumatera Utara ini mengakui temuan pihaknya di gudang Bulog sejumlah wilayah termasuk Kalsel masih cukup banyak stok cadangan beras.
Baca juga: Bulog Kalsel segera salurkan 15,2 ton beras ke 201 desa di Batola
Apalagi Kalsel sendiri sebagai daerah surplus beras setiap tahunnya dan menjadi penyangga pangan bagi provinsi lainnya di Kalimantan.
"Indonesia pernah impor beras hampir 4 juta ton akibat fenomena El Nino, kemudian ada panen raya di dalam negeri inilah penyebab banyaknya stok beras di Bulog," ungkapnya.
Badikenita menjelaskan pula tugas pengawasan DPD RI terhadap pelaksanaan Undang-Undang termasuk Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2012 tentang Pangan.
Pihaknya ingin memastikan ketersediaan pangan di daerah dan juga kualitasnya bagi kebutuhan konsumsi masyarakat.
"Saat ini kami juga mengecek kebutuhan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), diharapkan setiap daerah dapat memenuhi bahan baku pangannya sendiri," jelasnya.
Baca juga: Polda Kalsel bantu Bulog salurkan 13 ribu ton beras SPHP

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Yudi Sastro yang turut mendampingi rombongan Komite II DPD RI menjelaskan pada Maret dan April 2026 mendatang diprediksi terjadi panen raya.
Oleh karenanya, beras yang lama di gudang Bulog seyogianya disalurkan dan yang baru nanti diserap kembali sebagai cadangan.
Yudi mengatakan produksi beras nasional tahun ini 34,77 juta ton atau surplus 4 juta ton dengan tingkat konsumsi 30 juta ton.
Sedangkan 3 juta ton diserap Bulog untuk cadangan beras nasional.
Sementara Kepala Perum Bulog Kanwil Kalsel Muhammad Akbar Said mengatakan stok beras yang ada saat ini terdiri atas 2.700 ton beras impor dan 2.100 ton beras dalam negeri.
Pihaknya pun memprioritaskan beras luar negeri bisa habis tersalurkan tahun ini sehingga tahun depan sudah tidak ada lagi.
