Banjarbaru (ANTARA) - PT Cipta Kridatama (CK), anak usaha dari PT ABM Investama Tbk (ABMM) bekerja sama dengan Balai Besar Penelitian Pertanian Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan (Kalsel), mengusung inovasi biotron (Biochar Three in One) guna membenahi tanah.
"Hasil penelitian yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia," kata Direktur Utama CK Roni Setyawan di Banjarbaru, Jumat.
Baca juga: Anggota DPRD HSU terkejut potensi industri 'Susupan Gunung'
Melalui inisiatif ini, CK mendorong petani mitra untuk menerapkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Dia menyebut keberhasilan program ini didukung oleh pendampingan berkelanjutan kepada petani mitra, mulai dari pengelolaan lahan hingga peningkatan kualitas hasil panen.
Melalui pendekatan tersebut, CK memastikan praktik pertanian berjalan sesuai prinsip ramah lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing produk di pasar.
Atas inovasi di bidang pertanian yang dilakukan sejak Desember 2023, CK pun meraih penghargaan pada Pengembangan Desa Berkelanjutan (PDB) Award 2025 atas program pertanian ramah lingkungan yang dijalankan.
Prestasi ini menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap keberlanjutan yang diusung dalam setiap lini kegiatan operasional CK.
Baca juga: Balittra kenalkan konsep "Smart Farming Lahan Rawa" ke petani
Menurut Roni, penghargaan ini adalah bukti nyata bahwa keberlanjutan telah menjadi bagian penting dari perjalanan CK sebagai anak usaha ABMM.
"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang bukan hanya mendukung produktivitas, tetapi juga menjaga harmoni antara manusia dan lingkungan,” ujarnya.
Penghargaan PDB Award 2025 menjadi pengakuan atas kontribusi CK dalam mendorong praktik pertanian berkelanjutan di wilayah operasional ABMM.
Capaian ini juga menegaskan komitmen ABMM untuk menanamkan nilai keberlanjutan hingga ke seluruh anak usahanya.
PT CK berkomitmen memperluas skala program dan memperbanyak kolaborasi dengan masyarakat serta pemerintah daerah.
"Pencapaian ini menjadi penyemangat kami untuk mengembangkan model inovatif di setiap lokasi operasional kami agar dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki di tiap daerah,” tutup Roni.
Baca juga: Demfarm di Desa Puntik Dalam ditargetkan panen 6 ton per hektare

