"Produksi padi provinsi kita naik sekitar 16 persen dari tahun lalu," ujarnya di Banjarbaru, Senin.
Baca juga: Kalsel kemarin dari tanam padi perdana hingga program beasiswa
Menurut dia, pada 2024 produksi padi Kalsel tidak mencapai 1 juta ton atau hanya mencapai 890 ribu ton.
"Secara nasional Kalsel ditarget bisa panen padi pada 2025 ini sebanyak 1 juta ton, kenyataannya melampaui target itu 177 ribu ton," paparnya.
Bahkan secara regional Kalimantan, kata Syamsir, Kalsel tertinggi untuk produksi padi dari empat provinsi lainnya, yakni dari rentang waktu Januari hingga Desember 2025.
Dia mengungkapkan, provinsi lain dari catatannya, seperti Kalimantan Tengah produksi padinya malah turun dari tahun lalu mencapai 32 ribu ton.
Sedangkan produksi padi di Provinsi Kalimantan Timur ada kenaikan kurang lebih 15 ribu ton, Kalimantan Barat naik sekitar 30 ribu ton dan Kalimantan Utara naik sekitar 10 ribu ton.
Baca juga: Ardiansyah ajak pemuda/pemudi Kalsel berusaha bidang pertanian
Dengan pencapaian ini, ucap dia, Provinsi Kalsel bisa dinyatakan sebagai daerah lumbung pangan nasional.
Diungkapkan dia, keberhasilan produksi padi di provinsi tidak lepas dari pola tanam tiga kali setahun atau program IP-300 di daerah lumbung pagi di provinsi ini.
"Kita terapkan maksimal program IP-300 ini di lahan pertanian di Kabupaten Barito Kuala dan Tanah Laut, Alhamdulillah sukses ," ujarnya.
Sedangkan pada 11 kabupaten/kota lainnya di provinsi ini, ucap Syamsir, baru bisa dua kali panen setahun.
Menurut dia, dengan sinergi Pemprov dan kabupaten/kota didukung pemerintah pusat, optimis produksi padi Kalsel akan terus naik setiap tahunnya.
Baca juga: Anggota DPRD Kalsel serahakan sapras pertanian kepada poktan Tabalong
