Tanjung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan terus berupaya mendongkrak peluang investasi di kawasan perkotaan Kecamatan Muara Uya dan Jaro mulai dari sektor perdagangan, infrastruktur hingga pariwisata.
Bupati Tabalong H Muhammad Noor Rifani mengatakan dua kecamatan ini dipersiapkan sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Negara (IKN).
Baca juga: Wali Kota Lisa bahas RDTR WP Aerocity dengan Kementerian ATR/BPN
"Kecamatan Jaro dan Muara Uya kami persiapkan menjadi kawasan perkotaan dan sebagai pintu gerbangnya IKN," kata Noor Rifani di Tabalong, Kamis.
Dalam rencana detail tata ruang peluang investasi prioritas di kawasan perkotaan Kecamatan Muara Uya diantaranya revitalisasi pasar dan penguatan pusat perdagangan dan UMKM, infrastruktur air baku dan energi listrik.
Peluang investasi lainnya pengembangan wisata alam dan wisata budaya serta rencana pembangunan jaringan kereta api.
Untuk kawasan perkotaan Kecamatan Jaro potensi investasi mencakup pertambahan dan energi, pertanian, industri pengolahan infrastruktur, perdagangan dan jasa.
Sebelumnya potensi dan peluang investasi dua kawasan perkotaan disampaikan Bupati Tabalong pada Rapat Lintas Sektor Rencana Detail Tata Ruang di Jakarta, 25 September 2025.
Kawasan RDTR Muara Uya dan Jaro dapat disepakati seluruh pejabat lintas sektor yang hadir yakni empat kepala daerah di Indonesia, Direktur Jenderal (Dirjen) Tata Ruang, Dr Ir Suyus Windayana MAccSc, Direktur Bina Perencanaan Daerah Wilayah I, Rahma Julianti ST MSc, para Pejabat Penata Ruang Ahli Utama, Kasubdit Kementerian ATR/BPN dan Kementerian/Lembaga terkait lainnya.
" Kesiapan RDTR ini diharapkan sangat menunjang sekali daerah kami yang berada pada posisi strategis, daerah pertambangan penghasil minyak gas bumi dan tambang batu bara," kata Noor Rifani .
Tujuan dari RDTR yakni mewujudkan kawasan perkotaan Muara Uya berbasis kegiatan perdagangan, jasa, pelayanan publik serta pertanian yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Kawasan perkotaan Jaro sebagai pusat agrobisnis berbasis pertanian, perdagangan dan jasa serta infrastruktur penunjang pariwisata yang berkelanjutan.
Baca juga: Pemkab Tapin minta dukungan ATR/BPN guna wujudkan sekolah rakyat
"Kita ingin mewujudkan Kabupaten Tabalong sebagai penyangga rencana IKN, dengan pengembangan pertanian, agribisnis, pariwisata, penghasil energi untuk mendorong peningkatan ekonomi yang berkelanjutan," jelasnya.
