Banjarmasin (ANTARA) - Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyampaikan terima kasih terhadap aksi massa yang menunjukkan sikap damai sejak awal hingga membubarkan diri dengan tertib di depan Gedung DPRD Kalsel.
"Alhamdulillah semuanya berkomitmen menjaga situasi kondusif, massa menyampaikan aspirasi dengan damai," kata Kapolda ditemui di lokasi aksi di halaman DPRD Kalsel Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin, Senin sore.
Baca juga: Patut dicontoh, massa pungut sampah usai demo di DPRD Kalsel
Yudha hadir di tengah massa yang melibatkan empat elemen, yaitu mahasiswa, pengemudi ojek online (ojol), buruh, serta masyarakat secara umum mengatasnamakan Aliansi Rakyat Kalsel Melawan.
Kehadiran Kapolda Kalsel sebagai bentuk komitmen Polri melayani masyarakat dalam penyampaian pendapat di muka umum yang dilindungi Undang-Undang.
Selain menyapa massa dengan tulus dan penuh kerendahan hati, dia pun memberikan suntikan semangat bagi personel yang bertugas mengawal jalannya aksi demo.
"Untuk kasus penabrak ojol di Jakarta sudah ditangani secara transparan oleh Mabes Polri dan diselesaikan dalam 10 hari, sedangkan potongan tarif untuk pengemudi ojol kami sudah perjuangkan lewat DPRD dan operator kami harapkan bisa dapat mengomunikasikan secara baik bagaimana solusi," ucap Kapolda.
Di tengah guyuran hujan, massa yang berorasi di depan DPRD Kalsel menyuarakan sejumlah tuntutan di antaranya reformasi DPR dan Polri serta penolakan penetapan Taman Nasional Meratus dan potongan tarif ojol oleh operator yang tidak manusianya bagi pengemudi.
Baca juga: Usai jalani operasi ginjal, Ketua DPRD Kalsel temui demonstran

Baca juga: PLN UID dibantu TNI-Polri jaga aset vital saat demo
Ketua DPRD Kalsel Supian HK pun menemui massa dan berjanji menampung semua aspirasi yang disampaikan.
Komitmen dari wakil rakyat ini membuat suasana demo menjadi sejuk dan massa lebih bisa menerimanya.
Alhasil, aksi massa yang berlangsung sekitar tiga jam itu bubar dengan tertib pada pukul 15.30 Wita.
Sebelumnya, rencana demo di DPRD Kalsel ini cukup menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat.
Sejumlah toko di Banjarmasin tutup karena khawatir terjadi kericuhan seperti di daerah lain.
Namun berkat komitmen semua pihak termasuk mahasiswa dan komunitas driver ojol yang menjaga aksi tetap damai agar tidak dirusak oknum penyusup maka aksi massa dapat berlangsung tertib.
Baca juga: Ketua DPRD Kalsel Supian KH temui pengunjuk rasa
Video:
