Banjarbaru (ANTARA) - Direktorat Lalu Lintas Polda Kalimantan Selatan (Ditlantas Polda Kalsel) berhasil menurunkan angka kecelakaan lalu lintas (laka lantas) sepanjang tahun 2025 secara komprehensif dan holistik dengan mengedepankan langkah pencegahan dan penanganan.
"Tren positif ini harus kita terus kawal di tahun 2026 melalui peran bersama seluruh pemangku kepentingan menghadirkan keselamatan di jalan raya," kata Dirlantas Polda Kalsel Kombes Pol Dr Fahri Siregar di Banjarbaru, Sabtu.
Fahri mengungkapkan laka lantas turun 87 kasus atau 9 persen dari sebelumnya 924 menjadi 837 di 2025.
Kemudian korban meninggal dunia turun 121 jiwa dari 378 menjadi 257 orang pada 2025.
Begitu juga korban luka-luka turun 42 orang dari 1.072 di 2024 menjadi 1.030 orang di 2025.
Adapun kerugian materiil turun Rp14.652.200 dari Rp2.579.442.300 menjadi Rp2.564.790.100.
Fahri menyebut penurunan laka lantas ini sejalan dengan meningkatnya disiplin pengendara dalam mematuhi aturan berlalu lintas.
Tercatat tahun 2025 ada 23.009 pengendara ditilang turun dari tahun sebelumnya 23.680 tilang.
"Harus diingat kecelakaan selalu diawali pelanggaran lalu lintas baik oleh pelaku ataupun korbannya," tegas Fahri.
Maka dari itu, menggulirkan langkah pencegahan dan penanganan laka lantas lewat strategi 5E yaitu education, encouragement, engineering, enforcement of law, dan emergency of response.
Petugas selalu mengedukasi masyarakat tertib berlalu lintas, memasang rambu-rambu, membentuk komunitas pelopor tertib berlalu lintas, patroli, penjagaan dan pengaturan serta penegakan hukum dengan ETLE.
Termasuk penanganan cepat korban di lokasi sehingga laka lantas dan fatalitas korban dapat ditekan.
"Kami juga memberikan tanda black spot atau titik rawan kecelakaan dan trouble spot atau titik rawan kemacetan, jadi dipasang semacam monumen bekas kendaraan korban laka lantas hingga banner dan papan peringatan sejenis untuk meningkatkan keselamatan berkendara," jelas Fahri.
