Sitaan barang bukti ini mayoritas dari hasil ungkapan besar yang dikendalikan jaringan Fredy Pratam

Banjarmasin (ANTARA) - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda dan 13 Satresnarkoba Polres se Kalimantan Selatan berhasil menyita sebanyak 379.625,13 gram atau lebih kurang 379 kilogram sabu-sabu yang sebagian besar diselundupkan dari jaringan yang terafiliasi gembong narkotika internasional Fredy Pratama sepanjang 2025.

"Barang bukti sitaan ini mayoritas dari hasil ungkapan besar yang dikendalikan jaringan Fredy Pratama," kata Direktur Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol Baktiar Joko Mujiono di Banjarmasin, Minggu.

Selain sabu-sabu, ungkap Baktiar, sepanjang 2025 pihaknya juga menyita 138.824 butir ekstasi jaringan Fredy.

Khusus Ditresnarkoba Polda Kalsel saja, sabu-sabu yang disita sebanyak 327.328,55 gram atau 327 kilogram dan ekstasi 132.626 butir.

Baktiar menyebut dari data tersebut dapat terlihat kinerja Polda dalam pemberantasan narkotika khususnya mengungkap jaringan besar lintas provinsi bahkan internasional.

"Mengungkap penyelundupan narkotika dalam jumlah besar memang tidak mudah, modusnya beragam dan selalu berubah-ubah," ujarnya mewakili Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.

Meski begitu, Baktiar menegaskan pihaknya tidak akan pernah menyerah dan terus berusaha bekerja maksimal dengan segala sumber daya yang ada mengungkap peredaran narkoba.

Terbukti capaian tahun 2025 melebihi dari hasil pengungkapan 2024 dengan barang bukti 312.999,24 gram sabu-sabu dan 118.942 butir ekstasi.

Sedangkan dari sisi jumlah kasus dan tersangka justru menurun dibandingkan 2024.

Sepanjang 2025, ada 1.554 kasus dan menangkap 1.842 tersangka. Sementara di 2024 Polda Kalsel mencatatkan tindak pidana narkoba 1.743 kasus meringkus 2.230 pengedar.



Pewarta: Firman
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026