Balangan (ANTARA) - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelar pelatihan panen dan pascapanen yang diikuti puluhan peserta dari pekebun dan pendamping lapangan di Banjarmasin.
Asisten Afdeling VII Danau Salak Khairul Amri di Banjarmasin, Jumat, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen BPDP Kelapa Sawit dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing pekebun sawit swadaya.
Baca juga: Kelompok Tani Peduli Api terlibat mitigasi karhutla di HSS
“Kami ingin memastikan setiap pekebun memiliki keterampilan yang memadai sehingga mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas produksi, dampak akhirnya adalah penguatan industri sawit nasional yang berkelanjutan,” kata Khairul.
Khairul menjelaskan pelatihan diselenggarakan dengan metode kombinasi antara pembelajaran di kelas dan praktik lapangan, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep tetapi juga mampu mengaplikasikan langsung di kebun.
Khairul juga meyakini dengan semangat dan partisipasi aktif para peserta, BPDP optimistis pelatihan ini akan menghasilkan pekebun yang lebih terampil, berdaya saing dan berkontribusi pada keberlanjutan industri kelapa sawit Indonesia.
Sementara itu Kepala Bidang Penyuluhan, Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Selatan Heri Purwanto menyampaikan bahwa peningkatan keterampilan panen dan penanganan pascapanen yang tepat akan berdampak signifikan pada mutu tandan buah segar (TBS) dan efisiensi rantai produksi kelapa sawit.
Baca juga: AAL optimis industri sawit tetap bergerak positif di tengah perang dagang
“Tentunya dengan peningkatan kemampuan untuk memanen dan menangani pascapanen yang bagus, akan berdampak pula pada hasilnya,” ujar Heri.
Heri juga mengapresiasi para peserta yang dengan antusias mengikuti rangkaian pelatihan, karena materi yang disampaikan mencakup teknik panen yang efektif, pengelolaan hasil panen untuk menjaga kualitas, serta penanganan pascapanen yang sesuai standar industri.
