Baca juga: Pemkot Banjarmasin gaet Poliban pada ajang Pemuda Pelopor 2025
Direktur Poliban Kalsel Joni Riadi menyampaikan, keberhasilan tiga riset dari kampusnya mendapatkan pendanaan pusat berkat kerja sama semua pihak yang saling mendukung.
Menurut dia, sebelum riset-riset itu diajukan ke kementerian, Poliban melakukan internalisasi strategi pengembangan kemitraan berbasis potensi daerah dan diferensiasi misi pada konsorsium PT PPV Kalsel-Kalteng "Usulan riset inovasi berdasarkan policy paper Provinsi Kalimantan Selatan".
Kegiatan tersebut diadakan Tim Konsorsium Program Fasilitasi Kemitraan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) di mana Poliban sebagai pengampu dengan anggota Politeknik Tanah Laut (Politala) dan Politeknik Sampit (Polisampit) Kalteng.
Adapun tiga judul riset yang diterima mendapatkan pendanaan dari pusat hingga Rp1,2 miliar, yakni, pertama berjudul "sistem peringatan dini dan penanganan kebakaran hutan dan lahan berbasis IoT di perkebunan dengan integrasi aplikasi Mobile", tim riset adalah Reza Fauzan, Abdul Rozaq, Agus Pebrianto, Rahimi Fitri, Effan Najwaini dan Evi Widiastuti.
Kemudian yang kedua berjudul "Pengembangan platform IoT berbasis node sensor untuk pemantauan komprehensif dan prediksi kinerja tanaman kelapa sawit" dengan tim riset adalah Kun Nursyaiful Priyo Pamungkas, Wanvy Arifha Saputra, Agus SBN, Arifin Noor Asyikin, Evi Lestari Pratiwi dan Inayatul Ulya Ahyati.
Sedangkan yang ketiga dengan judul "DoD Studio AI: sistem cerdas berbasis kecerdasan buatan untuk deteksi jenis kelamin Itik Alabio usia sehari (Day-old Duck) melalui analisis suara" dengan tim riset adalah Heldiansyah, Adi Pratomo, Mey Risa, Agus Irawan, Muchtar Salim dan Ronny Mantala.
Baca juga: DWP Poliban berbagi berkah di bulan Ramadhan

