Banjarmasin (ANTARA) - Anggota DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammad Yani Helmi atau yang akrab dengan sapaan Paman Yani kembali menyoroti masalah drainase di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) yang merupakan daerah pemilihannya.
Sorotan wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel VI/Kabupaten Kotabaru dan Tanbu itu ketika reses di Kelurahan Tunggkaran Pangeran, Kecamatan Simpang Empat, 6 Februari lalu.
Pasalnya Tungkaran Pangeran (sekitar 270 kilometer timur Banjarmasin) itu ternyata sering menjadi langganan genangan air, ungkap anggota Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalsel tersebut melalui WA-nya.
"Meski Tanbu tidak masuk dalam daftar terdampak banjir, ternyata di Kelurahan Tungkaran Pangeran hingga kini masih saja jadi langganan genangan air," ujarnya.
"Setelah ditelusuri, hal tersebut karena aliran drainase yang sering mampet," lanjut wakil rakyat yang cukup "vokal" itu dalam membela atau memperjuangkan kepentingan rakyat banyak.
Ia mengaku terkejut melihat kondisi di Kelurahan Tungkaran Pangeran tersebut, bahkan warga yang tinggal di sekitar itu sering mencium bau tidak sedap akibat genangan air juga masuk ke dalam bank sampah yang disediakan Dinas Lingkungan Hidup kabupaten setempat.
Menyikapi hal itu, laki-laki berpenampilan atletis, selalu rapi dan bersih tersebut, meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) Tanbu menaruh perhatian yang lebih maksimal.
"Kita akui bersama, bahwa wilayah Kelurahan Tungkaran Pangeran sebenarnya daerah pesisir. Jadi persoalan sampah dan drainase yang juga tidak berfungsi alias macet karena tertutup salurannya. Hal itu perlu menjadi perhatian," tegasnya.
Menurut Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kalsel itu, persoalan sampah dan drainase tersebut merupakan aspirasi yang harus menjadi perhatian atau jangan terabaikan.
"Bila persoalan tersebut merupakan kewenangan Pemkab Tanbu atau pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel akan segera kita tindaklanjuti dengan menjalin komunikasi dan koordinasi dengan stakeholder terkait," lanjutnya.
"Yang pasti aspirasi, tidak boleh kita abaikan dan perlu diingat setidaknya kita mencoba membantu penyelesaian Apakah nanti kita bawa ke kabupaten atau ke tingkat provinsi. Makanya nanti ada hal yang kecil-kecil bakal kita eksekusi," tegas Paman Yani.
Sebelumnya laki-laki kelahiran Tahun 1975 berbintang Leo itu menyoroti drainase jalan raya daerah Serongga Kecamatan Simpang Empat yang juga tidak berfungsi maksimal sehingga sering tergenang air dan dapat mengancam kerusakan jalan/prasarana perhubungan darat tersebut.
Sementara itu Ketua RT 01 Kelurahan Tungkaran Pangeran Titi Sumiati menyatakan, dengan adanya reses tersebut, dia mengharapkan hal seperti ini bisa menjadi catatan penting agar bisa ditindaklanjuti oleh pemerintah.
"Sebelumnya menyampaikan terima kasih kepada Paman Yani, anggota DPRD Kalsel atas kehadirannya dan bisa melihat langsung keadaan kami disini. Di sini yang sering dialami adalah tergenangnya air hujan ke bank sampah hingga drainase tersumbat dan mengeluarkan bau tak sedap di lingkungan ini," paparnya.
Bahkan, dia membeberkan, akibat sering tidak berfungsinya drainase di kawasan Kelurahan Tungkaran Pangeran mengakibatkan genangan air sering masuk ke rumah warga. Selain memghirup bau tak sedap, ditakutkan pula penyakit kutu air juga menjadi permasalah serius.
"Ya ngadat tidak berfungsi pembuangannya sehingga air pun menggenang ke rumah warga yang tinggal di daerah ini, semoga ini bisa menjadi aspirasi untuk membantu kami," kata Titi Sumiati.
