Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Cairan yang berfungsi untuk mendiagnosa fungsi ginjal bagi penderita gagal ginjal di Rumah Sakit (RS) Ulin Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kosong sejak satu bulan terakhir, namun kondisi tersebut tidak mengganggu pelayanan terhadap para penderita gagal ginjal.
Direktur Rumah Sakit Ulin Banjarmasin, Suciati di Banjarmasin Senin mengatakan, cairan tersebut mengalami kekosongan sejak satu bulan terakhir karena pengiriman dari Batan yang merupakan satu-satunya suplair nasional terhadap cairan tersebut dihentikan.
"Kita telah mengirim surat dan menyampaikan perihal kekosongan cairan tersebut, dan surat tersebut telah dibalas yang menyatakan bahwa belum bisa memenuhi permintaan rumah sakit," katanya.
Selanjutnya, kata dia, rumah sakit mengupayakan untuk mendatangkan cairan tersebut dari luar negeri, namun karena waktu kedatangannya cukup lama, yaitu delapan hari, cairan tersebut sudah tidak bisa dimanfaatkan, akhirnya upaya mendatangkan dari luar negeri tidak jadi.
Kendati terjadi kekosongan, kata dia, pemeriksaan terhadap pasien yang diduga mengalami penyakit gagal ginjal masih bisa dilakukan, antara lain dengan ronsen atau USG dan menggunakan peralatan lainnya.
"Cairan tersebut untuk memastikan berapa besar gangguan yang terjadi pada fungsi ginjal pasien tersebut," katanya.
Berdasarkan surat jawaban dari Batan, disampaikan, bahwa Batan sangat menyesal belum bisa memenuhi pesananan rumah sakit Ulin Banjarmasin berupa Larutan Nal -121 Oral Solution mulai 1 April hingga 14 April, bahkan hingga kini dengan beberapa alasan.
Alasan pertama yaitu, perizinan gedung produksi PT Batan Teknologi (Persero) sedangka dalam proses dan pihak BAPETEN, kini sedang melakukan inspeksi, sehingga seluruh kegiatan produksi tidak bisa dilakuan.
Sementara, supplier Mo-99 dan 1-131 genertor TC-99M dari luar negeri memiliki keterbatasan dalam menyuplai produk tersebut.
"Namun kondisi ini tidak akan berlangsung lama, karena kita telah menyampaikan kepada pihak terkait dipusat, untuk segera menyelesaikan persoalan tersebut, karena berkaitan dengan pelayanan kesehatan," katanya.
Hingga kini, tambah dia, RS Ulin tetap melayani pasien penderita gagal ginjal, dengan cara lainnya, termasuk pasien cuci darah seperti biasanya, tidak ada gangguan berarti.
