Banjarmasin (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Muhidin menyoroti kinerja dokter maupun kelayakan sarana dan prasarana di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin.
"Saya melihat ruang operasi RSUD Ulin ada bocor, cuma bocornya karena AC. Tolong hal itu jadi perhatian direktur rumah sakit tersebut dan perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel terhadap rumah sakit milik pemerintah provinsi (pemprov) setempat," ujar Muhidin saat Rapat Paripurna DPRD Kalsel di Banjarmasin, Rabu.
Baca juga: Gubernur Kalsel ancam berhentikan kepala dinas tak serap anggaran
Begitu pula, Muhidin menegaskan para dokter RSUD Ulin tidak meninggalkan tugas saat masih jam kerja ke rumah sakit atau tempat praktek lain.
"Saya minta juga Dinkes Kalsel menertibkan dokter yang meninggalkan tugas di RSUD Ulin pada jam masih bertugas," kata Muhidin.
Mantan Wali Kota Banjarmasin itu menginginkan layanan kesehatan masyarakat di RSUD Banjarmasin lebih prima atau lebih baik.
"Oleh sebab itu, saya minta dokter RSUD Ulin dengan sungguh-sungguh bekerja. Misalnya kalau operasi bisa empat kali sehari, jangan dikurangi atau cuma dua kali sehari," ucap Muhidin.
Baca juga: Pemprov Kalsel berkomitmen layani kesehatan hingga pelosok
Muhidin menyatakan tidak melarang dokter RSUD Ulin praktek ke tempat lain, namun memprioritaskan sakit tempat bertugas.
Gubernur Muhidin juga meminta Anggota DPRD Kalsel melakukan pengawasan terhadap kinerja dokter dan RSUD Ulin.
Pemprov Kalsel memiliki empat rumah sakit yaitu RSUD Ulin, RSUD dr. Mochammad Anshari Saleh Banjarmasin, Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Sambang Lihum di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, serta Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) H. Gusti Hasan Aman (nama mantan Gubernur Kalsel).
Sementara RSJ Sambang Lihum yang berada di Jalan Syarkawi (nama mantan Gubernur Kalsel) tersebut kini juga tidak hanya melayani penyakit gangguan jiwa, namun juga memberi pelayanan kesehatan umum.
Baca juga: Tanah Laut raih penghargaan capaian CKG terbaik ketiga se-Kalsel
