Oleh Syamsudin Hasan
Banjarmasin, 9/3 (Antara) - Jalan ke obyek wisata kuliner Bincau, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, kini kondisinya memprihatinkan, demikian dilaporkan, Sabtu.
Pasalnya kondisi jalan ke Bincau (sekitar 40 km utara Banjarmasin) tersebut, selain tak beraspal mulus, juga banyak lubang, sehingga mobil bergoyang-goyang saat melintas di kawasan itu.
Seperti rombongan wartawan yang mengepos di DPRD Kalsel, yang berekreasi ke Bincau, seakan "sport jantung" karena bukan cuma mobil yang bergoyang, tapi khawatir terbalik atau termasuk ke irigasi Riam Kanan.
Ketika itu, untung ada alat berat yang sedang membetulkan (menggreder) jalan, sehingga tak selamanya jalan mobil bergoyang-goyang, tapi kondisi yang baik tersebut cuma sedikit.
Sophian, seorang wartawan senior salah satu media cetak di Banjarmasin, berpendapat, kalau konsisi jalan ke Bincau seperti ini, bisa membuat orang malas datang/mengunjungi.
"Kalau seperti ini kondisi jalannya, mungkin orang hamil tua yang mau berekreasi ke Bincau, bisa melahirkan," tambah Yuni, seorang wartawan dari televisi swasta di Banjarmasin.
Berbagai komentar yang kurang mengenakan anggota pres room DPRD Kalsel yang pergi ke Bincau, antara lain pemerintah kabupaten (Pemkab) kurang serius mau memajukan obyek wisata kuliner tersebut.
Sementara itu, pengusaha yang punya pondok-pondok wisata kuliner di Bincau tersebut berharap, pemkab setempat agar melakukan perbaikan jalan, guna mempermudah hubungan transportasi.
 Karena Bincau bukan cuma sebagai obyek wisata kuliner, tapi juga salah satu sentera produksi ikan tawar di "Bumi Barakat" Banjar, dari usaha pertambakan dengan memanfaatkan irigasi Riam Kanan.  Â
