Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Suwardi Sarlan mengharapkan, Bendungan Pitap di Kabupaten Balangan, wilayah utara provinsi tersebut dapat berfungsi sepenuhnya.
"Memang bangunan utama Bendungan Pitap di kawasan Pegunungan Meratus itu sudah selesai, tetapi belum bisa berfungsi secara penuh atau utuh," ujarnya di Banjarmasin, Senin.
Wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel V/Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan dan Kabupaten Tabalong itu, bendungan tersebut belum berfungsi penuh sebab ada beberapa jaringan irigasi untuk pembagi/penyaluran air belum selesai terbangun.
Sebagai contoh, saluran pembagi ketiga dan keempat (terthreeir dan kuartier) pada Bendungan Pitap (sekitar 225 kilometer utara Banjarmasin) tersebut belum selesai, lanjut wakil rakyat bergelar sarjana agama itu.
Suwardi yang juga Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu optimistis dengan rampungnya pembangunan Bendungan Pitap secara keseluruhan (termasuk semua saluran pembagi/pengaturan air usaha pertanian atau produksi padi akan meningkat.
"Sebab dengan sistem irigasi teknis akan bisa mengatur pola tanam, misalnya dua panen dalam setahun, dan pada gilirannya produksi padi Kalsel juga dapat meningkat," lanjutnya.
Kalsel dengan luas wilayah sekitar 3,7 juta hektare dan berpenduduk empat juta jiwa lebih, merupakan daerah agraris, tetapi sebagian lahan pertaniannya berupa sawah tadah hujan.
Guna menunjang pembangunan pertanian serta sebagai salah satu upaya meningkatkan produksi di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota itu sedang membangun beberapa bendungan skala besar atau msmpu mengairi sawah 3.0000 sampai 6.000 ha lebih.
Sejumlah bendungan tersebut antara lsin Bendungan Amandit Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Batang Alai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), dan Bendungan Kinarum Kabupaten Tabalong.
Kemudian pemerintah pusat di bawah kepempinan Presiden Joko Widodo melalui proyek strategis nasional (psn) bermaksud membangun Bendungan Pipitak Jaya Kabupaten Tapin.
