Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mendengarkan langsung permintaan-permintaan dan kebutuhan para pengungsi serta aspirasi para pekerja yang membantu tahapan rekonstruksi dan rehabilitasi di daerah terdampak bencana, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Rabu.
Dialog antara Presiden dengan para pengungsi serta pekerja yang membangun jembatan dan mengoperasikan alat-alat berat berlangsung selepas Presiden Prabowo mengecek kondisi jembatan bailey Sungai Garoga, Batang Toru, Tapanuli Selatan, yang baru terpasang beberapa hari yang lalu.
"Hari ini, Bapak Presiden terjun ke Kabupaten Tapanuli Selatan, ke Batang Toru. Di sini, ada salah satu desa yang terdampak sangat berat," kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Rabu.
Prasetyo, yang turut mendampingi Presiden Prabowo, melanjutkan salah satu agenda utama Presiden di Batang Toru ialah mengecek langsung pemasangan jembatan bailey yang sementara ini menjadi pengganti jembatan yang rusak dan terputus akibat banjir bandang di Sungai Garoga.
Baca juga: Seskab: Presiden Prabowo menginap di Tapsel, besok tinjau Aceh Tamiang
"Supaya (jembatan) dapat segera berfungsi untuk mempercepat pemulihan, termasuk (untuk segera masuk ke) tahap rekonstruksi," ujar Pras, sapaan populer Prasetyo.
Selepas mengecek kondisi jembatan dengan menyeberanginya dengan berjalan kaki, Presiden Prabowo lanjut melihat kondisi aliran sungai, serta rumah-rumah di sekitar jembatan yang rusak berat. Presiden menginstruksikan jajarannya untuk segera membangun hunian-hunian bagi para pengungsi agar mereka dapat berpindah dari tenda-tenda pengungsian ke tempat yang layak huni.
"Sekali lagi, ini membuktikan komitmen Bapak Presiden untuk terus hadir memastikan penanganan bencana di tiga provinsi dapat berjalan dengan sebaik-baiknya," ujar Pras.
Jembatan bailey Sungai Garoga di Batang Toru saat ini telah menghubungkan kembali Tapanuli Selatan dengan sejumlah kecamatan di Tapanuli Tengah yang sempat terputus akibat banjir bandang dan longsor pada bulan lalu (25/11). Jembatan itu dibangun oleh Detasemen Zeni Tempur (Yonzipur) TNI Angkatan Darat bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum, dan perusahaan konstruksi pelat merah Nindya Karya.
Baca juga: Presiden tinjau posko kesehatan di Tapsel, pastikan warga dilayani
Panjang jembatan 44 meter, dan jembatan itu dirancang untuk mampu menahan beban hingga 25 ton.
Di Batang Toru, Presiden Prabowo didampingi oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Mensesneg Prasetyo Hadi, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Angga Raka Prabowo, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Kemudian, ada pula Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo dengarkan langsung kebutuhan pengungsi di Tapanuli Selatan
