Paringin, (Antaranews Kalsel) - Balai Benih Ikan (BBI) Lokal Gunung Manau, berharap perluasan lahan untuk melakukan penambahan kolam ikan serta pendukung lainnya cepat terealisasi.
Disampaikan Kepala Dinas Perikanan Balangan, Akhmad Fahruraji, melalui Kepala BBI Lokal Gunung Manau, Sandiko, Kamis (3/5) di Paringin ibukota kabupaten setempat, solusi untuk menambah capaian benih ikan dan target Pendapatan Asli Daerah melalui BBI Lokal Gunung Manau dengan cara menambah kolam.
"Kita mengusulkan penambahan kolam, yang berarti penambahan areal, sehingga dengan bertambahnya kolam, akan dapat menambah benih ikan yang pada akhirnya akan tercapainya PAD yang diharapkan," ujarnya.
Dikatakan Sandiko, selama ini dengan jumlah kolam yang ada di areal seluas 9.000 meter persegi, pembibitan benih ikan di BBI Gunung Manau dilakukan dengan cara bergantian, akibat dari keterbatasan kolam, dengan lima komoditas ikan lokal yang dibudidayakan.
"Kolam yang ada sangat terbatas, serta letaknya juga sudah terlalu berdekatan. Lima komoditas ikan lokal tersebut yakni Lele, Nila, Patin, Papuyu (Betok) dan Baung," sebutnya.
Sementara untuk komoditas ikan Haruan atau Gabus, masih belum terealisasi. Diharapkan dengan adanya penambahan kolam dengan luasan yang di usulkan sekitar 9.544 meter persegi.
Dilain pihak, Komisi I DPRD Balangan, melalui Istiqomah mengungkapkan, tentunya pihaknya sangat setuju dan mendukung rencana perluasan bahkan pengembangan BBI Lokal Gunung Manau.
"Kita sepenuhnya akan mendukung perluasan lahan ini, apalagi BBI Gunung Manau bukan hanya telah memenuhi kebutuhan daging ikan di Balangan, namun juga telah mengirimkan ke daerah-daerah lainnya," paparnya.
Dan dari penambahan lahan itu nantinya, dari paparan BBI Gunung Manau sendiri, mereka akan menambah pembibitan ikan seperti Gurami dan Haruan (Gabus).
"Tentu kami sangat mendukung hal tersebut, selain sebagai pemenuhan kebutuhan ikan, ini juga bisa kita tingkatkan sebagai PAD bagi Balangan itu sendiri," pungkasnya.
