Selasa, 24 Oktober 2017

Gubernur Se-kalimantan Harapkan Jalur Kereta Api Terwujud

id Gubernur Kalsel, Paman Birin, kalimantan Harapkan Jalur Kereta Api Terwujud
Gubernur Se-kalimantan Harapkan Jalur Kereta Api Terwujud
. (Antaranews Kalsel/ist.)
jalur kareta api Banjarmasin menuju Tabalong ini meliputi, Pelabuhan Trisakti, Jalan Gubernur Soebarjo (Lingkar Selatan), Jalan Gubernur Syarkawi (Lingkar Utara), Bandara Syamsudin Noor, dan Cempaka (Banjarbaru)
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor mengatakan gubernur se Kalimantan berharap pemerintah pusat segera mewujudkan jalur kereta api yang menghubungkan seluruh wilayah Kalimantan.

Menurut Gubernur pada Peringatan Hari Perhubungan Nasional 2017 di Banjarmasin Senin, kereta api menjadi salah angkutan massal yang selama ini selalu ditunggu oleh warga Kalimantan karena bakal menjadi alternatif untuk menghubungkan lima provinsi Kalimantan.

"Ini adalah harapan seluruh Gubernur di Kalimantan, untuk segera mewujudkan dan menyelesaikan jalur kereta api lintas Kalimantan," katanya.

Selain kerata api, Pemprov Kalsel juga akan terus melakukan perbaikan dan pelayanan transportasi massal, yang kini masih banyak kekurangan.

Sebelumnya, pembangunan jalur kereta api di Kalimantan Selatan, yang dimulai 2017 diprediksi selesai dan dapat dioperasikan sekitar 2019.

Jalur kereta api yang akan dibangun tersebut dimulai dari Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, menuju Kabupaten Tabalong.

Sedangkan jalur kareta api Banjarmasin menuju Tabalong ini meliputi, Pelabuhan Trisakti, Jalan Gubernur Soebarjo (Lingkar Selatan), Jalan Gubernur Syarkawi (Lingkar Utara), Bandara Syamsudin Noor, dan Cempaka (Banjarbaru).

Kemudian di Kabupaten Banjar meliputi Martapura dan Simpang Empat Pengaron. Diteruskan ke Rantau (Kabupaten Tapin), serta Kandangan (Kabupaten Hulu Sungai Selatan).

Selanjutnya jalur kereta api ini akan diteruskan ke Barabai (Kabupaten Hulu Sungai Tengah), Kabupaten Balangan dan Tanjung (Kabupaten Tabalong).

Khusus Balangan sendiri, jalur kereta api akan melintasi di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Batumandi dan Lampihong, sedangkan untuk sub stasiunnya akan dibangun di Desa Mampari, Lampihong.

Alasan dibangunnya sub stasiun di tempat tersebut, selain sudah masuk dalam Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW), tekstur tanahnya yang berpasir, Desa Mampari juga dekat dengan perbatasan Balangan dan Hulu Sungai Utara.

Berdasarkan hasil rapat terakhir, awal 2016 ini sudah dimulai proses pembebasan lahan, agar pada tahun 2017-2018, tahap pembangunan rel dan sarana lainnya sudah bisa dilakukan, sehingga diharapkan pada 2019 jalur kereta api ini sudah bisa beroperasi.

Editor: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga