Banjarbaru (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan (Ditjenpas Kalsel) panen raya dengan menghasilkan sebanyak 4.660 kilogram atau lebih kurang 4,6 ton komoditas pangan dari sektor pertanian dan perikanan.
"Ini hasil dari program pembinaan pertanian, perkebunan dan perikanan dari 18 UPT Pemasyarakatan se-Kalsel," kata Kepala Kanwil Ditjenpas Kalsel Mulyadi di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru, Kamis.
Berdasarkan akumulasi hasil panen, komoditas terbesar pada sektor pertanian dan perkebunan adalah kangkung, yakni 2.325 kilogram, disusul ubi jalar 1.497 kilogram dan terong 128 kilogram.
Baca juga: Kakanwil Ditjenpas Kalsel dan Kalapas Banjarmasin panen 180 pot selada
Pada sektor perikanan hasil panen didominasi ikan lele dengan total panen mencapai 605 kilogram.
Secara keseluruhan, total hasil panen raya serentak ini berasal dari pemanfaatan lahan seluas 41.832 meter persegi.
Adapun estimasi nilai penjualan hasil panen mencapai Rp20.266.000 dengan perkiraan keuntungan bersih Rp6.299.000.
Mulyadi menegaskan, panen raya serentak tidak hanya wujud keberhasilan pembinaan kemandirian warga binaan, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial pemasyarakatan Kalimantan Selatan bagi masyarakat terdampak bencana alam di Sumatera.
Baca juga: Lapas Banjarbaru panen 2,5 kuintal melon hasil warga binaan
Sebagai bentuk empati dan kontribusi nyata pemasyarakatan Kalimantan Selatan untuk negeri, maka hasil panen disumbangkan untuk membantu korban terdampak bencana Sumatera.
Diketahui panen raya serentak ketahanan pangan pemasyarakatan digagas Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan melalui Ditjenpas yang terpusat di Lapas Kelas I Cirebon dan terhubung secara virtual dengan seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dipimpin Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
