Barabai (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel), melakukan evaluasi dan pembahasan terkait berbagai permasalahan program bedah 1.000 unit rumah berdasarkan aspirasi masyarakat.
"Kami para anggota DPRD HST banyak menerima aspirasi dari masyarakat terkait program unggulan Pemkab HST bedah rumah 1.000 unit. Untuk itu, kami memanggil jajaran Dinas Perumahan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) guna melakukan evaluasi program tersebut yang telah berjalan," kata pimpinan rapat Salpia Riduan di Gedung DPRD, Barabai, Rabu.
Salpia menerangkan, tujuan utama agenda ini adalah untuk menyamakan persepsi agar masalah-masalah di lapangan bisa diantisipasi, terlebih dinas terkait juga telah berjanji akan melakukan evaluasi internal.
Baca juga: Disperkim HST rakor penyedia bahan bangunan program BRS 2025
Pihaknya juga menemukan ada masalah seperti kualitas bahan material dan diharapkan di tahun 2026 ini tidak lagi ada permasalahan dari pemasok barang.
"Khususnya untuk material atap, lantai dan dinding. Pihak penyedia atau rekanan dari Disperkimtan harus saling berkoordinasi untuk menyelesaikan masalah ini," tandasnya.
Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan banyaknya usulan bedah rumah para anggota DPRD HST tidak diakomodasi pada tahun 2025 tadi, padahal aspirasi itu telah disampaikan bahkan telah di survei langsung ke lapangan.
Kemudian, dari hasil rapat tersebut, DPRD juga mendapat kemudahan untuk mengusulkan rumah warga di dapil mereka kepada Disperkimtan, masing-masing bisa mengusulkan 10 unit rumah.
Baca juga: Pemkab HST-Kejari monitoring pelaksanaan bedah rumah dan bansos jamban
"Warga ini konstituen kami, kami juga harus terlibat. Kami minta kepada masyarakat untuk bersabar di periode tahun ini, jika layak diperbaiki pasti dapat," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Disperkimtan HST Dr. Sa'dianoor mengaku tidak keberatan dengan hasil rapat tersebut dan memastikan pihaknya akan terus melakukan perbaikan di internal.
Lebih lanjut, pihaknya sudah berupaya maksimal untuk mengakomodasi seluruh usulan, namun karena banyaknya usulan yang masuk, sehingga direalisasikan secara bertahap.
"Alhamdulillah untuk bedah rumah tahun 2025 tadi telah terealisasi 100 persen yakni 1.000 unit. Kami sepakat saja, anggota DPRD bisa mengusulkan rumah warga yang akan dibedah. Tapi tetap tim kami yang melakukan verifikasi ke lapangan langsung," jelasnya.
