Banjarbaru (ANTARA) - Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan (ULM Kalsel) menerjunkan sebanyak 733 mahasiswa yang tergabung dalam 60 kelompok lintas fakultas untuk melaksanakan program Bina Desa 2025.
"Program ini bagian dari Bina Desa ULM Berdampak 2025 yang diselenggarakan tim Mobilitas Kegiatan Belajar Terpadu (MKBT) ULM," kata Ketua MKBT Bina Desa Indira Fitriliyani di Banjarbaru, Sabtu.
Baca juga: Mahasiswa ULM dorong pembelajaran berkelanjutan di sekolah berbasis lahan basah
Dia mengatakan MKBT merupakan sarana mobilisasi mahasiswa untuk mengasah kemampuan kolaborasi dan kerja sama.
Melalui program ini, mahasiswa diharapkan membawa keberdampakan yang nyata di desa tempat dia mengabdi.
Saat terjun ke desa yang tersebar pada 11 kabupaten di Kalimantan Selatan, kata dia, interaksi dengan masyarakat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu secara nyata.
Untuk itu, mahasiswa yang berada langsung di tengah masyarakat harus dapat menggali kebutuhan serta merumuskan solusi bersama masyarakat setempat.
Baca juga: Realisasi program beasiswa Tabalong Smart capai 96,52 persen
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik ULM Iwan Aflanie mengatakan Bina Desa merupakan jembatan antara teori kampus dan kebutuhan nyata masyarakat.
Dia menekankan integritas, kompetensi, dan kepekaan sosial adalah tiga nilai yang selalu ditanamkan kampus.
"Mahasiswa harus hadir sebagai agen perubahan, bukan hanya membawa teori tetapi menghadirkan inovasi dan solusi yang benar-benar berdampak,” ujarnya.
Dia pun menegaskan komitmen ULM dalam menghadirkan program pembelajaran yang tidak hanya akademis, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat dan pembangunan daerah seperti Bina Desa ULM Berdampak 2025.
Baca juga: PUPR gelar FGD pengembangan IPAL Pekapuran Raya dan Sungai Andai
