Banjarmasin (ANTARA) - Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel) memperkuat integritas mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) untuk membangun sejak dini budaya dalam mencegah praktik korupsi.
"Pentingnya penguatan integritas di kalangan mahasiswa sebagai generasi penerus para calon pemimpin bangsa," kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Kalsel Abdul Mubin di Banjarmasin, Selasa.
Baca juga: Setwan Kalsel dan Kejati studi mitigasi sengketa ke Jabar
Mubin pun memberikan edukasi hukum yang komprehensif serta meningkatkan kesadaran antikorupsi di lingkungan akademik.
Menurut dia, jika mahasiswa sudah tertanam integritas yang kuat maka kelak di kemudian hari menjadi pejabat tidak akan mudah tergoda melakukan korupsi.
Dia mencontohkan beberapa kebiasaan yang bisa menjadi bagian dari kesadaran antikorupsi, di antaranya mengerjakan tugas kuliah sendiri tanpa bantuan orang lain hingga disiplin masuk ruang belajar sebelum dimulainya perkuliahan.
Baca juga: Kodam Tambun Bungai dan Kejati Kalsel perkuat sinergi wujudkan Asta Cita
"Bentuk korupsi bisa bermacam-macam termasuk korupsi waktu, korupsi nilai hasil belajar termasuk korupsi uang jajan dari orang tua yang digunakan tidak semestinya," jelas Mubin.
Sementara Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Kalsel Yuni Priyono turut menyampaikan materi yang berfokus pada dinamika penanganan tindak pidana korupsi dan strategi pencegahan.
Dia berharap kedepannya terjalin kerja sama berkelanjutan dengan perguruan tinggi seperti ULM dalam membangun budaya antikorupsi di lingkungan kampus.
"Melalui peringatan Hakordia yang diperingati 9 Desember, mari tanamkan nilai integritas dalam setiap langkah kita karena perubahan dimulai dari tindakan sederhana yang konsisten," ucapnya.
Baca juga: Kejati Kalsel gulirkan "Jaga Desa" dampingi Koperasi Merah Putih

