Amuntai (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, melalui Bidang Pembinaan SMP laksanakan kegiatan pendampingan mencegah perundungan kepada satuan pendidikan di tingkat pertama.
Kegiatan "Pencegahan Perundungan Kekerasan dan Intoleransi" tersebut digelar selama dua hari pada tempat berbeda, Aula 1 dan 2 SMPN 4 Amuntai pada Selasa, kemudian di SMPN 6 Amuntai pada Rabu.
Materi disampaikan oleh Ketua Gabungan Organisasi Wanita HSU Mayang Melani Hero setiawan, anggota tim Satgas BP3A HSU Afida Nur Aini serta Psikolog Hardiyanti Rahmah.
Baca juga: Disdikbud HSU gelar sosialisasi pendidikan inklusif
Baca juga: Disdikbud HSU gelar talk show kualitas pendidikan
Mewakili Kepala Disdikbud HSU, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Romier Evie Revilla menegaskan bahwa sekolah harus jadi tempat yang aman, ramah, dan inklusif bagi seluruh peserta didik.
Dia menekankan bahwa berbagai bentuk kekerasan baik fisik, verbal, maupun perundungan digital, tidak boleh diberi ruang di lingkungan pendidikan.
"Kita ingin memastikan bahwa setiap anak di HSU dapat belajar dengan nyaman, bebas dari rasa takut dan mendapatkan perlindungan penuh dari sekolah," ujarnya.
Kedua kegiatan tersebut diisi dengan penyampaian materi tentang pencegahan perundungan di lingkungan sekolah. Ratusan siswa-siswi dan para guru mengikuti kegiatan tersebut.
Selain materi tentang perundungan di sekolah, juga dijelaskan materi tentang pencegahan kekerasan terhadap anak dan kekerasan melalui media online berbasis gender.
