Banjarmasin (ANTARA) - DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menyetujui penambahan penyertaan modal Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat kepada PT Bank Kalsel melalui Rapat Paripurna di Banjarmasin, Selasa.
Ketua DPRD Provinsi Kalsel H. Supian HK memimpin rapat paripurna yang dihadiri Gubernur Kalsel H. Muhidin dan Wakil Gubernur H. Hasnuryadi Sulaiman.
Baca juga: Mahasiswa Kalsel soroti pengesahan KUHAP
Supian HK juga didampingi pimpinan lain DPRD Kalsel, yakni H. Kartoyo dan HM Alpiya Rakhmam, serta turut hadir juga unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kalsel.
Penambahan penyertaan modal ke Bank Kalsel atau Banknya Urang Banua sebesar Rp400 miliar akan direalisasikan secara bertahap selama dua tahun anggaran 2026 dan 2027.
"Setiap tahun anggaran sebesar Rp200 miliar, " ujar Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penambahan Penyertaan Modal, Noor Fajri.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi mengucapkan terima kasih terhadap persetujuan DPRD untuk penambahan penyertaan modal kepada Bank Kalsel.
Baca juga: DPRD Kalsel turut perkuat tata kelola hutan guna tekan emisi gas rumah kaca
Selain itu, Hasnuryadi juga menyatakan Pemprov Kalsel akan memperhatikan serta menindaklanjuti saran atau pendapat anggota DPRD Kalsel.
Sedangkan, Anggota Fraksi Partai Golkar H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah mengingatkan agar Pemprov dan Bank Kalsel memanfaatkan penambahan modal tersebut untuk menggerakkan perekonomian rakyat daerah setempat.
Diungkapkan Iskandar, penyertaan modal sebesar Rp400 miliar merupakan perhatian hal luar biasa dari Gubernur Muhidin dan Wakil Gubernur Hasnuryadi terhadap Bank Kalsel.
"Sepanjang sejarah penyertaan modal Pemprov kepada Bank Kalsel tidak pernah sebesar Rp400 miliar. Hal tersebut menunjukkan perhatian besar dari Gubernur Muhidin dan Wakilnya Hasnuryadi untuk memajukan Bank Kalsel," pungkas Iskandar.
Baca juga: Mahasiswa demo "Rumah Banjar" Kalsel tuntut pengesahan KUHP hingga BBM langka
