Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman di Banjarmasin, Sabtu, mengapresiasi terhadap capaian pembagian hasil pajak tersebut dengan pemerintah provinsi sepanjang 2025.
Baca juga: Mendikdasmen hadiri CRM Award VI 2025 di Masjid Al-Jihad Banjarmasin
Menurut dia, capaian itu didapat berdasarkan sistem real-time yang langsung diterima secara otomatis oleh daerah tanpa harus menunggu mekanisme bagi hasil seperti sebelumnya.
"Sistem ini sangat membantu daerah dalam ruang inovasi dan menjadi sumber dana penting bagi pembangunan Kota Banjarmasin. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, kami optimis target PAD keseluruhan sekitar Rp400–500 miliar dapat tercapai,” kata Ikhsan.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin H Edy Wibowo menyampaikan perkembangan pendapatan daerah dari sektor opsen PKB ini menunjukkan tren positif.
Dia menjabarkan, total realisasi opsen pajak kendaraan bermotor (PKB) hingga saat ini berada pada kisaran Rp120 miliar, yakni terdiri dari PKB sebesar Rp83 miliar, dari biaya balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) sebesar Rp37 miliar dan dari denda sebesar Rp3 miliar.
"Target kita untuk capaian opsen PKB ini sebesar Rp140 miliar, optimis bisa tercapai hingga akhir tahun," ujarnya.
Baca juga: "Banjarmasin Berbaur" perkuat peran asuh ayah dalam keluarga
Adapun untuk jenis pajak lainnya yang dikelola langsung oleh BPKPAD, seperti pajak hotel, restoran, BGT rumah makan, parkir, hiburan, serta PBB-P2 realisasinya telah mencapai 89 persen atau sekitar Rp427 miliar dari target Rp491 miliar.
"Ini capaian yang cukup baik. Dengan sisa waktu satu bulan setengah, kami optimis bisa mencapai 100 persen untuk target pajak sebesar Rp491 miliar. Kalau keseluruhan termasuk retribusi, target kita sekitar Rp650 miliar,” jelas Edy.
Dia menambahkan, pihaknya terus mendorong optimalisasi melalui kolaborasi, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat. Salah satu langkahnya adalah memberikan apresiasi kepada wajib pajak teladan.
"Penghargaan ini menjadi bentuk rangsangan agar wajib pajak semakin patuh. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ada kenaikan rata-rata sekitar 15 persen pada periode yang sama," ujarnya.
Baca juga: Puluhan sekolah di Banjarmasin terima smart TV dari Presiden Prabowo
