Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan memprogramkan perbaikan sebanyak 100 rumah warga miskin atau "bedah" rumah tidak layak huni (Rutilahu) pada tahun 2026.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kota Banjarmasin Chandra Iriandy di Banjarmasin, Selasa, menyampaikan, program perbaikan Rutilahu 2026 naik hampir 100 persen dari tahun lalu.
Baca juga: DPRD HST panggil Disperkimtan evaluasi program bedah 1.000 rumah
"Tahun lalu sebanyak 58 rumah, tahun ini 100 rumah," ujarnya.
Menurut dia, Pemkot Banjarmasin menganggarkan perbaikan atau istilah dulu "bedah rumah" Rp20 juta per unitnya.
"Sistemnya sama seperti dulu, Rp17,5 juta untuk material dan Rp2,5 juta untuk upah mengerjakannya," ungkap Chandra.
Dia menyatakan, seratus rumah yang mendapatkan program ini tersebar di lima kecamatan, tentunya yang memenuhi syarat ketentuan.
"Syarat utama itu kan rumah dan lahan merupakan hak milik dan tidak berada di sepadan sungai," ujarnya.
Menurut Chandra, program perbaikan rumah ini tidak hanya untuk kesehatan bagi warga, namun juga penanganan kawasan kumuh.
Seperti tahun lalu, ungkap dia, program ini adapula dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
"Tahun lalu pusat membantu sebanyak 45 unit rumah, provinsi sebanyak 10 unit," ujarnya.
Baca juga: Baznas Banjarmasin bantu rehab total belasan rumah jadi layak huni
Menurut dia, kolaborasi untuk memberikan perhatian agar masyarakat memiliki rumah layak huni dan sehat ini penting terus dilaksanakan, karena masih ada ribuan rumah di kota ini yang patut dibantu.
"Tidak hanya rumah, tapi juga toiletnya, jadi ada juga tahun ini diprogramkan perbaikan toilet rumah warga agar memenuhi standar kebersihan lingkungan," ujarnya.
