Dalam momentum delapan dekade Hari Listrik Nasional ini menjadi semangat bagi pihak PLN untuk menghadirkan terang hingga pelosok negeri terus menyala, seiring optimisme PLN untuk menuntaskan elektrifikasi desa.
Baca juga: PLN sambung listrik gratis wujudkan mimpi warga Palangka Raya
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) Iwan Soelistijono di Banjarbaru, Jumat, paham benar dengan kondisi geografis di kedua provinsi tersebut.
“Ada desa yang hanya bisa dicapai lewat jalur sungai, ada pula yang terhimpit hutan lebat sehingga menyulitkan suplai material. Tak jarang, izin dan proses administrasi membuat langkah tertunda,” katanya.
Menghadapi tantangan geografis dan birokrasi, Iwan menganggap semua itu sebagai ekspedisi menuju tujuan mulia yakni menerangi pelosok negeri.
Baginya, membangun listrik di Kalimantan bukan semata perkara teknis. Birokrasi lintas instansi wajib dilalui, apalagi ketika jaringan harus melintasi hutan lindung atau lahan industri.
“Setiap wilayah punya cerita, dan setiap cerita harus kita jawab dengan solusi. Oleh karena itu, sinergi dengan pemerintah daerah wajib kita jalani,” tambahnya.
Hasilnya, angka elektrifikasi terus bergerak naik. Di Kalimantan Selatan, rasio desa berlistrik sudah mencapai 99,36 persen, sementara di Kalimantan Tengah mencapai 83,39 persen.
“PLN UID Kalselteng menargetkan program listrik desa tuntas pada 2027, dengan target khusus tahun 2025 ini membangun jaringan listrik di 10 desa di Kalimantan Selatan dan tujuh desa di Kalimantan Tengah,” jelas Iwan.
Baca juga: Kepala Staf Kepresidenan apresiasi PLN hadirkan listrik di Masjid Al Qadar Palangkaraya

Baca juga: PLN bangun Kantor UP3 Tanah Bumbu perkuat listrik di selatan Kalsel
Kolaborasi ini mendapat sambutan positif dari Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra, di mana dia mengapresiasi langkah PLN dalam program listrik desa dan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan merupakan mandat pemerintah pusat yang perlu didukung oleh semua pihak, termasuk sektor kehutanan.
“Listrik ini adalah wujud keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang secara langsung akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Fathimatuzzahra.
Dia menambahkan, sinergi antara sektor kelistrikan dan kehutanan akan semakin kuat, sehingga pembangunan jaringan listrik dapat berjalan secara legal, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.
“Kami optimistis kolaborasi ini menjadi contoh nyata bahwa pembangunan energi dan pelestarian alam bisa berjalan seiring,” ujarnya.
Keberhasilan PLN dalam membangun listrik desa juga mendapat apresiasi dari para pemimpin daerah.
Baca juga: PLN berikan bantuan usaha kelompok peternakan ayam
Bupati Murung Raya, Heriyus Midel Yoseph menyampaikan rasa syukur atas sinergi yang terjalin antara pemerintah daerah, PLN, Kementerian ESDM, dan seluruh pihak yang mendukung.
“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Murung Raya, saya mengucapkan terima kasih kepada PLN UID Kalselteng atas terealisasi penyambungan listrik desa ini. Ini adalah mimpi panjang masyarakat yang akhirnya terwujud,” kata Heriyus.
Delapan dekade Hari Listrik Nasional menjadi pengingat bahwa listrik bukan sekadar energi, melainkan simbol pemerataan, kemajuan, dan harapan.
Dengan kolaborasi lintas sektor yang kuat bersama pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan, PLN UID Kalselteng terus menapaki langkah menuju 100 persen elektrifikasi desa pada 2027, saat setiap pelosok Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah bersatu dalam satu cahaya, terang untuk Indonesia.
Diketahui, Ada banyak cerita di balik terangnya suatu desa itu, termasuk cerita yang mungkin luput dari pandangan kita, bagaimana PLN UID Kalselteng menembus hutan lebat, melintasi sungai yang tak selalu jinak, hingga menjangkau desa-desa yang namanya bahkan tak tercatat di peta.
Baca juga: PLN Kalselteng terjunkan enam tim PDKB jelang musim hujan di HSS
