Ketulusikhlasan sebagaimana tergambar dalam kepribadian Nabi Ibrahim alaihi salam (as) dan Nabi Ismail as yang menjadi asal mula ibadah kurban,"
Banjarmasin (ANTARA) - Khatib Haji Abu Sufyan dalam khutbahnya di Masjid Assa'adah Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin mengatakan, bahwa ibadah kurban mengandung nilai ketulusan atau keikhlasan dan taqwa.
"Ketulusikhlasan sebagaimana tergambar dalam kepribadian Nabi Ibrahim Alaihi Salam (AS) dan Nabi Ismail AS yang menjadi asal mula ibadah kurban," ujar khatib dalam khutbahnya di hadapan jamaah Masjid Assa'adah, sebelum Shalat, Jumat.
Dalam khutbah pertama berdurasi lebih kurang tiga menit itu, khatib mengutip kandungan Al Qur'an Surah Ashshaffat ayat (102) yang menceritakan asal mula ibadah kurban hingga umat Nabi Muhammad SAW sampai akhir zaman.
Selain itu, Surah Al Haj ayat (37) yang menjelaskan, bahwa hakikat ibadah kurban bukan terletak pada daging atau darah hewan yang disembelih. Allah SWT menilai keikhlasan dan ketakwaan hamba-Nya yang berkurban, sehingga perintah tersebut harus dijalankan dengan penuh kepatuhan.
Terkait ibadah kurban tersebut, lanjut Khatib, Rasulullah Muhammad SAW bersabda : "Bagi seseorang Muslim yang berkemampuan untuk melaksanakan ibadah kurban, tapi tidak melakukannya, jangan mendekat tempat shalat Ku (Rasulullah SAW).
"Firman Allah dalam Al Qur'an Surah Ashshaffat (102) dan Al Haj (37), serta Hadits Rasulullah SAW tersebut hendaknya menjadi perhatian bagi kita yang mengaku umat Rasulullah SAW," tegasnya.
Mengawali khutbahnya, Khatib mengajak kaum Muslim untuk memelihara serta meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. "Karena dengan iman dan taqwa itulah mengantarkan seseorang ke surga," demikian H Abu Sufyan.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Firman
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.