Banjarmasin (ANTARA) - Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melakukan pemantauan dapur makanan bergizi gratis (MBG) program Presiden Prabowo Subianto untuk para siswa.
"Salah satunya yang kita tinjau langsung adalah dapur MBG atau dapur Sentra Produksi Pangan Gizi (SPPG) di kawasan Belitung, Banjarmasin Barat," ujar Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri di Banjarmasin, Kamis.
Menurut dia, dapur SPPG, yang melayani ribuan siswa tersebut, menjadi perhatian pihaknya karena sempat diduga terkait kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah peserta didik di SMPN 33 Banjarmasin yang dilayaninya.
Baca juga: DPRD Banjarmasin komitmen awasi pelaksanaan MBG
Meskipun dalam dugaan awal para siswa di sekolah tersebut mengalami mual dan muntah hingga dirujuk ke puskesmas terdekat sebelum menyantap MBG.
"Untuk meyakinkan itu, kami meninjau proses pengolahan makanan, kebersihan dapur hingga alur kerja petugas SPPG tersebut," ujarnya.
Menurut Rikval, hasil pengamatan pihaknya di lapangan menunjukkan operasional dapur telah mengikuti prosedur standar yang berlaku.
"Dari sisi proses produksi, tata kelola dapur sudah memenuhi standar. Namun pengawasan harus tetap diperketat, terutama setelah adanya kasus dugaan keracunan beberapa waktu lalu," ujarnya.
Baca juga: Polresta Banjarmasin selidiki dugaan puluhan siswa muntah
Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Hj Neli Listriani menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan keamanan pangan dan higienitas dapur SPPG berjalan optimal.
"Secara alur dan standar, semuanya sudah sesuai. Tetapi kami tetap menunggu hasil investigasi kepolisian untuk mengetahui penyebab pasti kasus puluhan siswa yang sempat mengalami mual dan muntah di sekolah penerima MBG tersebut," jelasnya.
"Kami berharap ada peningkatan pengawasan mutu makanan di seluruh SPPG di Kota Banjarmasin," ujarnya.
Tidak hanya satu dapur MBG tersebut, kata Neli, namun juga dapur lainnya yang jumlahnya 23 dapur beroperasi untuk melayani sekitar 66 ribu siswa dari berbagai tingkatan sekolah.
Neli pun menyatakan, program MBG ini merupakan program yang sangat bagus dan besar manfaatnya bagi generasi penerus yang harus bisa tumbuh sehat dan cerdas, dengan asupan gizi yang baik.
"Karenanya kita harus terus dukung, dan awasi bersama, sehingga pelaksanaan sesuai yang diharapkan, menuju Indonesia Emas 2045," ujarnya.
