Kandangan (ANTARA) - Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), Kalimantan Selatan (Kalsel), H. Syafrudin Noor menekankan penting semangat juang tinggi para santri untuk terus berkontribusi membangun daerah yang sejahtera dan religius.
Hal itu disampaikan Bupati Syafrudin saat menjadi inspektur upacara peringatan Hari Santri Nasional 2025 tingkat Kabupaten HSS yang digelar di Lapangan Lambung Mangkurat, Kandangan, Kamis, sebagaimana dikutip dari siaran pers Bagian Prokopim Setda HSS.
Baca juga: HSS gelar rakor PPID perkuat keterbukaan informasi publik
Dalam kesempatan tersebut, bupati menyampaikan apresiasi kepada para pengasuh, guru, dan santri yang terus menorehkan prestasi di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.
“Saya mengharapkan semangat juang para santri terus menyala, dalam membangun Kabupaten HSS yang lebih sejahtera dan religius,” ujarnya.
Syafrudin juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung eksistensi santri dan pesantren sebagai pusat pendidikan karakter dan akhlak.
“Sehingga kelak lahir generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap mengabdikan diri bagi bangsa dan negara,” katanya menambahkan.
Bupati menegaskan, peringatan Hari Santri Nasional bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi atas peran besar santri dan pesantren dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Baca juga: Pemkab HSS raih penghargaan ANRI 2024 kategori A
Para santri, lanjutnya, telah menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter bangsa melalui peran mereka sebagai pelopor pendidikan, dakwah, dan pengabdian masyarakat.
Adapun tema Hari Santri Nasional 2025 bertajuk Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.
Menurutnya, slogan tersebut menegaskan posisi santri sebagai benteng moral dan spiritual bangsa, sedangkan Menuju Peradaban Dunia mencerminkan visi global santri dalam mengukir kontribusi di berbagai bidang kehidupan melalui pemikiran, karya intelektual, maupun tindakan nyata.
Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan pondok pesantren se-HSS, para alim ulama, jajaran Forkopimda, Wakil Ketua DPRD HSS, perwakilan Kementerian Agama, para ustadz dan ustadzah, serta ribuan santri dan santriwati dari berbagai pondok pesantren di daerah setempat.
Baca juga: DPRD HSS paripurnakan persetujuan Propemperda 2026
