Banjarmasin (ANTARA) - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) mengharapkan agar toko ritel dan modern jangan mematikan toko kecil di tengah masyarakat.
Fraksi PKS mengemukakan harapan itu dalam pemandangan umum terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan Perdagangan di Kalsel pada rapat paripurna DPRD provinsi setempat yang dipimpin Wakil Ketuanya H Muhammad Alpiya Rahman di Banjarmasin, Senin.
Baca juga: Komunitas ojol siap tarik anggota saat demo ricuh
"Kami menekankan agar Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait lebih intens melakukan pengawasan supaya toko ritel dan modern sesuai jarak yang tertuang dalam Raperda inj, demi asas keadilan jangan sampai mematikan toko kecil di tengah masyarakat," tegas Fraksi PKS DPRD Kalsel.
Pemandangan umum Fraksi PKS yang diketahui H Mushaffa Zakir dan Sekretarisnya Firman Yusi juga mengharapkan SKPD terkait lebih masif dan gesit dalam menarik investor bidang perdagangan untuk Banua tercinta guna menyerap tenaga kerja serta kesejahteraan rakyat Banua.
Dalam pemandangan umum yang dibacakan Taufik Rahman tersebut, Fraksi PKS juga menekankan agar purwarupa pasar rakyat yang tersebar di desa-desa mendapatkan perhatian infrastrukturnya, baik akses jalan menuju pasar maupun lapak, mushalla, parkir dan toilet supaya lebih rapi, permanen dan bersih.
"Kesemua itu, tentu koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota maupun melibatkan pihak perusahaan dengan memberdayakan program Corporate Social Responsibility (CSR), ini bentuk hadirnya negara, pasar dan rakyat dalam kemajuan serta kesejahteraan di Banua kita," demikian wakil rakyat dari PKS.
Baca juga: Setwan DPRD Banjarbaru gelar "Charity for Palestine"
Raperda tentang Penyelenggaraan Perdagangan di provinsi yang kini berpenduduk hampir lima juta jiwa tersebar pada 13 kabupaten/kota tersebut atas usul Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalsel untuk menjadi Raperda inisiatif lembaga legislatif tingkat provinsi tersebut.

Rapat paripurna tersebut semula dipimpin Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, tetapi oleh karena ada keperluan khusus terkait rencana aksi unjuk rasa terpaksa yang memimpin HM Alpiya Rahman, didampingi sesama Wakil Ketua Dewan H Kartoyo.
Suasana rapat paripurna DPRD Kalsel kali ini pun tidak seperti biasa, anggota dari perempuan hanya dua orang datang Hj Dewi Damayanti Said Golkar) dan Gusti Miftahul Khotimah (NasDem), dan anggota yang hadir pun hanya berjumlah 27 dari 55 orang.
