Ketua PMI Kalsel H Gusti Iskandar Sukma Alamsyah menyampaikan hal itu saat membuka pelatihan sekaligus pembentukan Task Force di Kabupaten Banjar, Kamis.
Baca juga: PMI Banjarbaru diminta tingkatkan kepedulian dan semangat menolong
“Task Force merupakan tim inti penanggulangan bencana yang siap pakai, artinya selalu siap siaga 24 jam,” kata Iskandar yang juga Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Bidang Kesejahteraan Rakyat.
Ia berharap keberadaan Task Force dapat meningkatkan manajemen penanggulangan bencana di Kalsel agar lebih baik, tidak seperti saat banjir besar yang melanda provinsi itu pada 2021.
“Karena kurang dikelola dengan baik, waktu itu kita kerepotan saat penanggulangan, jadi pembentukan Task Force ini bagian dari kesiapan dini,” ujar Iskandar.
Baca juga: Wabup HSS: Pemuda tembok utama halau radikalisme dan terorisme
Menurut dia, tantangan kebencanaan ke depan semakin berat, sehingga perlu persiapan sejak dini guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
Sementara itu, Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kalsel Dedi mengungkapkan pelatihan dan pembentukan Task Force berlangsung mulai 21-24 Agustus 2025 dengan melibatkan perwakilan PMI kabupaten/kota se-Kalsel, meski masih ada satu daerah yang belum memastikan keikutsertaan.
“Dua hari terakhir akan diisi dengan praktik lapangan di kawasan Gunung Batu, Taman Hutan Rakyat (Tahura) Sultan Adam atau Mandiangin, Kabupaten Banjar,” katanya.
Menurut Dedi, narasumber kegiatan berasal dari internal PMI Kalsel serta instansi eksternal, antara lain Basarnas, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) provinsi setempat.
Baca juga: Ketua PMI Kalsel nyatakan sinergi suatu keniscayaan

