Tanjung (ANTARA) - Sebanyak 68 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Muhammad Nafis Tabalong, Kalimantan Selatan melaksanakan pengabdian masyarakat di Kecamatan Kelua sebagai wujud nyata peran mahasiswa dalam pembangunan sosial
Ketua STIT Tabalong Syekh Muhammad Nafis Tabalong H Erwan Mardani mengatakan mahasiswa yang mengikuti kuliah kerja nyata ( KKN) mencakup program studi pendidikan agama Islam dan manajemen pendidikan Islam.
Baca juga: Bupati Banjar-pimpinan STIT bahas pendidikan Islami
"Mahasiswa akan berbaur dan beraktifitas dengan masyarakat di 11 desa selama 2 bulan," jelas Erwan di Tabalong, Kamis.
Sebelumnya Bupati Tabalong melepas peserta KKN Senin (4/8) dan berharap kegiatan ini bisa menjadi pembelajaran bagi mahasiswa STIT Syekh Muhammad Nafis.
"Mahasiswa tidak hanya mampu menerapkan ilmu, namun dapat menunjukkan peran mahasiswa dalam pembangunan sosial dan keagamaan," jelas Noor Rifani.
Selain itu diharapkan menjadi teladan dalam perilaku, menjaga nama baik almamater dan memberikan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
Keberadaan mahasiswa STIT di tengah masyarakat sebagai wujud nyata peran mahasiswa dalam pembangunan sosial, keagamaan dan kemasyarakatan.
Kehadiran mahasiswa KKN diyakini dapat mendukung pencapaian visi dan misi Tabalong SMART, khususnya dalam memperkuat aspek religius dan sosial kemasyarakatan.
Baca juga: Pembangunan gedung rektorat STIT Tabalong butuhkan dana Rp5 miliar
Ia juga mengingatkan peserta KKN selalu menjalin komunikasi yang baik dengan aparat desa, tokoh masyarakat, dan semua unsur yang ada di lokasi penugasan KKN.
