Selasa, 24 Oktober 2017

Napi Dibekali Wawasan Kebangsaan

id Kebangsaan, Pancasila, Iptek
Napi Dibekali Wawasan Kebangsaan
Komandan Kodim 1001/Amuntai Letkol Kav. Aria S. Saleh memberikan sosialisasi wawasan kebangsaan di depan narapidana Lapas Amuntai, Selasa. (Diskominfo HSU/Eddy Abdillah)
Jadi seluruh kegiatan dalam rangka mengisi Pekan Giat Pancasila kami kaitkan dengan peningkatan pemahaman tentang Pancasila,
Amuntai, (Antaranews Kalsel) -Komandan Kodim 1001/Amuntai memberikan bekal wawasan kebangsaan kepada para narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Amuntai, seiring Pekan Giat Pancasila 2017.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Muhammad Arsyad di Amuntai, Selasa mengatakan, Pekan Giat Pancasila di Lapas Amuntai dilaksanakan 5-6 Juni kemaren diisi dengan kegiatan di antaranya lomba lagu kebangsaan, cerdas-cermat tentang Pancasila dan sosialisasi kebangsaan.

"Jadi seluruh kegiatan dalam rangka mengisi Pekan Giat Pancasila kami kaitkan dengan peningkatan pemahaman tentang Pancasila," ujar Arsyad.

Arsyad mengatakan, dalam upaya meningkatkan wawasan kebangsaan dikalangan warga binaan itu kedepannya sesuai intruksi pihak Kanwil Kemenkumham pihaknya meminta bantuan pihak Kodim 1001/Amuntai agar memberikan pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB).

Sementara itu Dandim 1001/Amuntai Letkol Kav. Aria S.Saleh menyatakan Keutuhan NKRI dan Ideologi Pancasila terus mengalami cobaan dan rongrongan seiring perkembangan sosial kemasyarakatan dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

"Ideologi Pancasila menghadapi rongrongan seperti isu SARA, Radikalisme, Narkoba dan Korupsi," katanya.

Seiring kemajuan Iptek, paparnya, Isu SARA sangat mudah dihembuskan melalui media sosial, apalagi Indonesia merupakan negara kelima di dunia yang terbanyak pengguna internetnya, dimana lebih separuhnya merupakan pengguna Facebook.

Sedangkan kegiatan Radikalisme tidak hanya terfokus pada upaya kebangkitan kembali ideologi Komunisme melalui neo PKI melainkan bisa pula berasal dari gerakan keagamaan seperti ISIS.

Napi juga diingatkan tentang upaya konspirasi melemahkan Bangsa Indonesia melalui peredaran narkoba yang dijalankan secara sistematis untuk merusak generasi muda.

"Tak kalah membahayakan adalah korupsi yang merusak sendi-sendi perekonomian bangsa, sehingga turut melemahkan Bangsa dan Ideologi Pancasila," ucapnya.

Selain menyampaikan sosialisasi wawasan kebangsaan, Dandim juga memberikan motivator kepada para Napi agar tidak putus asa dan lemah kemauan memperbaiki diri ke depan.

Editor: Eddy Abdillah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga