Amuntai, (Antaranews.Kalsel) - Beberapa Kepala Desa di Kecamatan Banjang Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan dikabarkan berencana melakukan pungutan kepada warga penerima bantuan tabung gas Elpiji 3 kg karena harus membayar pihak konsultan.
Camat Banjang Khatria Wardoni di Amuntai Minggu menyatakan sempat mendengar kabar tak mengenakan sehingga berencana memanggil seluruh kepala desa se Kecamatan Banjang untuk dilakukan pembekalan terkait rencana penyaluran bantuan tabung gas Elpiji 3 kg di wilayahnya.
"Kita juga berencana mengundang pihak konsultan untuk meminta penjelasan terkait adanya isu pembayaran oleh kepala desa di Kecamatan Amuntai Utara," ujar Khatria.
Khatria menjelaskan, beberapa kades di Kecamatan Banjang mendengar kabar penyaluran tabung Elpiji 3 kg sebelumnya di Kecamatan Amuntai Utara, bahwa ada kades yang membayar pihak konsultan agar semua warganya mendapat jatah bantuan tabung gas.
"Sehingga kades terpaksa memungut warga untuk membayar pihak konsultan, begitu info yang beredar di masarakat Banjang," kata Khatria.
Khatria berharap informasi yang beredar ini tidak benar, karena kebijakan penyaluran tabung gas Elpiji 3 kg dan satu unit kompor gas program konversi tidak memperbolehkan memungut satu sen pun pembayaran dari masyarakat.
"Sebelum pungutan benar-benar terjadi dan bisa mencoreng nama Pemerintah dan Masyarakat Kabupaten HSU khususnya Banjang, maka kita akan undang seluruh kades untuk diberikan pembekalan ulang," tandasnya.
Camat mengatakan setelah Kecamatan Amuntai Utara dan Sungai Tabukan yang sudah menerima penyaluran tabung gas elpiji 3 kg pada awal September kemaren, berikutnya adalah Kecamatan Banjang yang akan menerima penyaluran tabung gas elpiji 3 kg.
"Pihak Pertamina ada memberikan informasi kalau penyaluran tabung gas di Kecamatan Banjang dilakukan seusai Idul Adha," terang Khatria.
Khatria meminta warganya, khususnya para Kades agar tidak mudah termakan isu atau informasi yang belum jelas kebenarannya, Serta menyelidiki kebenara berita tersebut sebelum melakukan pungutan.
Sementara Camat Amuntai Utara Hasbian Noor membantah jika ada beberapa kades diwilayahnya membayar pihak konsultan terkait penyaluran tabung gas Program Konversi.
"Tidak Benar ada kades di Kecamatan Amuntai Utara yang membayar pihak konsultan untuk memperlancar penyaluran bantuan tabung gas, apalagi kemudian memungut biaya kepada warga" terang Hasbian,
Ia menjelaskan, pihak kecamatan hanya membantu membayar upah petugas penjaga malam untuk menjaga penyimpanan sementara tabung gas di Halaman Kantor kecamatan.
"Kita juga membantu sekedarnya untuk menyediakan minum bagi petugas penyaluran sedang biaya makan siang mereka bayar sendiri," tutur Hasbian lagi.
Hasbian juga berharap wilayah kecamatan yang belum menerima penyaluran bantuan program Konversi agar tidak mudah termakan informasi yang belum jelas.
"Tidak ada pungutan, warga menerima tabung dan kompor gas secara gratis," pungkasnya.
