• Top News
  • Terkini
  • Rilis Pers
Antaranews.com
Tentang Kami
Antara News kalsel
Jumat, 2 Januari 2026
Antara News kalsel
Antara News kalsel
  • Home
  • Nusantara
      • antaranews.com
      • Aceh/NAD
      • Bali
      • Bangka/Belitung
      • Banten
      • Bengkulu
      • Gorontalo
      • Jambi
      • Jawa Barat
      • Jawa Tengah
      • Jawa Timur
      • Kalimantan Barat
      • Kalimantan Selatan
      • Kalimantan Tengah
      • Kalimantan Timur
      • Kalimantan Utara
      • Kepulauan Riau
      • Kuala Lumpur
      • Lampung
      • Maluku
      • Megapolitan
      • NTB
      • NTT
      • Papua
      • Papua Tengah
      • Riau
      • Sulawesi Selatan
      • Sulawesi Tengah
      • Sulawesi Tenggara
      • Sulawesi Utara
      • Sumatera Barat
      • Sumatera Selatan
      • Sumatera Utara
      • Yogyakarta
  • Pariwisata & Lingkungan Hidup
    • Wonderful Indonesia Diving Directory jadi rujukan penyelam profesional

      Wonderful Indonesia Diving Directory jadi rujukan penyelam profesional

      Kamis, 18 Desember 2025 16:50

      Goa Batu Hapu dari perut Meratus jadi saksi warisan geologi

      Goa Batu Hapu dari perut Meratus jadi saksi warisan geologi

      Minggu, 14 Desember 2025 11:49

      Situs Geopark Meratus Goa Batu Hapu Tapin Kalsel

      Situs Geopark Meratus Goa Batu Hapu Tapin Kalsel

      Senin, 1 Desember 2025 15:03

      Pemprov Kalsel terapkan program tanam RBE seluas 100 hektare di Cempaka

      Pemprov Kalsel terapkan program tanam RBE seluas 100 hektare di Cempaka

      Kamis, 27 November 2025 20:20

      Dispar Kalsel tingkatkan pengembangan destinasi wisata banua

      Dispar Kalsel tingkatkan pengembangan destinasi wisata banua

      Senin, 24 November 2025 17:24

  • Nasional
    • Zelenskyy: "10 persen" lagi perang Rusia-Ukraina akan berakhir

      Zelenskyy: "10 persen" lagi perang Rusia-Ukraina akan berakhir

      Kamis, 1 Januari 2026 20:18

      Gunung Ibu lontarkan abu vulkanik hingga 800 meter

      Gunung Ibu lontarkan abu vulkanik hingga 800 meter

      Kamis, 1 Januari 2026 20:01

      Banjir bandang kembali terjang Maninjau disertai bunyi gemuruh

      Banjir bandang kembali terjang Maninjau disertai bunyi gemuruh

      Kamis, 1 Januari 2026 14:22

      Emas Antam masih stabil pada hari pertama 2026

      Emas Antam masih stabil pada hari pertama 2026

      Kamis, 1 Januari 2026 13:26

      Pertamina turunkan harga Pertamax per 1 Januari 2026

      Pertamina turunkan harga Pertamax per 1 Januari 2026

      Kamis, 1 Januari 2026 13:05

  • Seputar Kalsel
    • Pemprov Kalsel
    • Kotabaru
    • DPRD Kotabaru
    • Tanah Bumbu
    • Hulu Sungai Utara
    • Hulu Sungai Selatan
    • Hulu Sungai Tengah
    • Balangan
    • Tanah Laut
    • Yayasan Amanah Bangun Negeri
    • Banjarbaru
    • DPRD Kalsel
    • Tapin
    • Barito Kuala
    • DPRD Balangan
    • Banjar
    • Banjarmasin
    • Tabalong
    • Umum
    • Olahraga
      • Presiden hadirkan tontonan Piala Dunia 2026 untuk masyarakat Indonesia

        Presiden hadirkan tontonan Piala Dunia 2026 untuk masyarakat Indonesia

        Rabu, 31 Desember 2025 16:09

        Klasemen Super League: Persib akhiri tahun di posisi puncak

        Klasemen Super League: Persib akhiri tahun di posisi puncak

        Selasa, 30 Desember 2025 21:35

        19 pemain futsal masuk TC Piala Asia 2026

        19 pemain futsal masuk TC Piala Asia 2026

        Selasa, 30 Desember 2025 21:13

        Super League  - Persita bungkam Arema FC 1-0 di Stadion Kanjuruhan

        Super League - Persita bungkam Arema FC 1-0 di Stadion Kanjuruhan

        Selasa, 30 Desember 2025 20:27

        Super League - Persija bangkit, hantam Bhayangkara 3-0

        Super League - Persija bangkit, hantam Bhayangkara 3-0

        Senin, 29 Desember 2025 23:10

    • Pendidikan
        • Berita ULM
        • POLIBAN BANJARMASIN
        Rektor ULM apresiasi Polda Kalsel ungkap cepat pembunuh mahasiswi

        Rektor ULM apresiasi Polda Kalsel ungkap cepat pembunuh mahasiswi

        Sabtu, 27 Desember 2025 9:53

        ULM kirim tim bantuan kemanusiaan ke Aceh

        ULM kirim tim bantuan kemanusiaan ke Aceh

        Selasa, 23 Desember 2025 22:33

        ULM kukuhkan 712 lulusan di penutup tahun 2025

        ULM kukuhkan 712 lulusan di penutup tahun 2025

        Selasa, 23 Desember 2025 22:29

        Staf Ahli Sekjen Kemdiktisaintek: ULM punya peran strategis bangun SDM di Kalsel

        Staf Ahli Sekjen Kemdiktisaintek: ULM punya peran strategis bangun SDM di Kalsel

        Selasa, 23 Desember 2025 22:18

        Poliban-PLN berkomitmen lanjutkan program konversi motor listrik

        Poliban-PLN berkomitmen lanjutkan program konversi motor listrik

        Selasa, 23 Desember 2025 19:48

        Poliban raih lima penghargaan pada Anugerah Diktisaintek 2025

        Poliban raih lima penghargaan pada Anugerah Diktisaintek 2025

        Jumat, 19 Desember 2025 23:20

        Poliban bekali guru dan siswa SMK teknik konversi kendaraan listrik

        Poliban bekali guru dan siswa SMK teknik konversi kendaraan listrik

        Senin, 15 Desember 2025 19:55

        Poliban mantapkan penerapan program rekognisi pembelajaran lampau

        Poliban mantapkan penerapan program rekognisi pembelajaran lampau

        Sabtu, 13 Desember 2025 20:04

    • English News
      • Sumatra flood victims receive daily food aid for 3 months: minister

        Sumatra flood victims receive daily food aid for 3 months: minister

        Kamis, 1 Januari 2026 0:20

        Indonesia speeds up temporary housing for Sumatra disaster victims

        Indonesia speeds up temporary housing for Sumatra disaster victims

        Kamis, 1 Januari 2026 0:08

        Kotabaru govt holds 2025 SPI panel discussion

        Kotabaru govt holds 2025 SPI panel discussion

        Selasa, 30 Desember 2025 22:47

        Syamsudin Noor Airport decorated with diamond-jukung ornament

        Syamsudin Noor Airport decorated with diamond-jukung ornament

        Selasa, 30 Desember 2025 5:07

        Rescuers recover body of Spanish child in Labuan Bajo boat accident

        Rescuers recover body of Spanish child in Labuan Bajo boat accident

        Selasa, 30 Desember 2025 1:27

    • Infografik
    • Foto
      • PLN pulihkan sistem kelistrikan di Aceh

        PLN pulihkan sistem kelistrikan di Aceh

        Minggu, 21 Desember 2025 21:36

        Legislator hadiri Balangan Colour Fest 2025

        Legislator hadiri Balangan Colour Fest 2025

        Sabtu, 13 Desember 2025 20:50

        Tim Sekretariat DPRD Banjarbaru monitoring reses anggota dewan

        Tim Sekretariat DPRD Banjarbaru monitoring reses anggota dewan

        Senin, 8 Desember 2025 20:47

        PLN UID Kalselteng berangkatkan tim relawan kelistrikan ke Aceh

        PLN UID Kalselteng berangkatkan tim relawan kelistrikan ke Aceh

        Senin, 8 Desember 2025 15:44

        Wakil DPRD Tanah Bumbu komitmen perjuangkan aspirasi warga Batuah

        Wakil DPRD Tanah Bumbu komitmen perjuangkan aspirasi warga Batuah

        Minggu, 7 Desember 2025 11:26

    • Video
      • Menteri LH Hanif tinjau titik banjir di Kabupaten Banjar

        Menteri LH Hanif tinjau titik banjir di Kabupaten Banjar

        Selasa, 30 Desember 2025 19:59

        Produksi padi Kalsel 2025 1,17 juta ton, lampaui target nasional

        Produksi padi Kalsel 2025 1,17 juta ton, lampaui target nasional

        Senin, 29 Desember 2025 20:13

        Antusias Haul Guru Sekumpul, ribuan jemaah padati jalanan Banjarmasin

        Antusias Haul Guru Sekumpul, ribuan jemaah padati jalanan Banjarmasin

        Minggu, 28 Desember 2025 19:24

        Banjarmasin waspada banjir kiriman dan pasang air laut

        Banjarmasin waspada banjir kiriman dan pasang air laut

        Minggu, 28 Desember 2025 6:26

        Hasil audit BPK Kalsel: 31 temuan pada 9 entitas pemda di semester II

        Hasil audit BPK Kalsel: 31 temuan pada 9 entitas pemda di semester II

        Rabu, 24 Desember 2025 0:32

    Upik berhasil kembangkan minuman tradisional Es Lahang

    Kamis, 17 Juni 2021 10:34 WIB

    Upik berhasil kembangkan minuman tradisional Es Lahang

    Pemilik usaha Es Lahang, Taufik Al Hakim beraktifitas mengemas produknya (Fathurrahman/Diskominfo HSS/Antarakalsel)

    Karena bisa mengurangi pengangguran, menambah mata pencarian untuk mendapatkan penghasilan, dan dari usaha ini dirinya bersyukur bisa menghidupi keluarga, memebesarkan anak-anak, membuat rumah dan sudah melakukan ibadah umroh,

    Kandangan (ANTARA) - Zaman modern seperti sekarang ini kebanyakan orang ingin serba instan, tak terkecuali dalam hal makanan dan minuman, dan tak pelak makanan dan minuman kemasan modern pun banyak menjadi pilihan dengan alasan kepraktisan.

    Padahal beberapa banyak makanan dan minuman kemasan rata-rata sangat tidak direkomendasikan untuk kesehatan, karena kandungan bahan kimia yang ada di dalamnya, seperti pengawet pewarna buatan dan zat aditif berbahaya lainnya.

    Di tengah ramainya minuman kemasan dan olahan modern yang kini banyak dijual di pinggir jalan salah, ada seorang warga Kandangan, Hulu Sungai Selatan (HSS), Taufik Al Hakim mencoba memanfaatkan kegemaran minuman tradisional kemasan ini dengan cara yang berbeda, dikemas menarik dan jadi minuman favorit, sehat dan alami diminati banyak orang.

    Ia mengatakan, membuat minuman tradisional Es Lahang yang dikemas menjadi minuman yang banyak digemari, dari kalangan anak hingga dewasa, minuman tradisional berkemasan ini diproduksi di sebuah usaha kecil rumah tangga, yakni yang ada di Muara Banta, RT 3, Kelurahan Kandangan Kota, Kecamatan Kandangan.

    "Lahang dalam bahasa Banjar atau yang mungkin secara umum masyarakat mengenalnya di Indonesia sebagai air Nira, merupakan minuman alami yang didapat dari hasil sadapan pohon Enau atau Aren," katanya, saat ditemui beberapa waktu lalu.

    Dijelaskan dia, minuman air Nira bagi masyarakat Banjar mungkin sudah tidak asing lagi, namun masih belum familiar untuk dijadikan sebagai konsumsi minuman sehari-hari, ia berkreatitas karena sebelumnya tak banyak orang melirik air Nira ini untuk dijadikan minuman kemasan yang bisa disajikan dan laku di pasaran.

    Minuman Tradisional Es Lahang dalam kemasan (Fathurrahman/Diskominfo HSS/Antarakalsel)

    Baca juga: Nor Alia, Mahasiswi STAI Darul Ulum Kandangan ke jenjang JPI Nasional

    Usaha ini ditekuni selama kurang lebih tujuh tahun dalam mencoba terobosoan membuat kemasan minuman tradisional Es Lahang, asal muasal dirinya melakukan praktek pembuatan adalah karena keinginannya untuk menambah penghasilan keluarga.

    Diilhami ketika pada tahun 2013 lalu di mana mulai ramai-ramainya orang berusaha berjualan kemasan teh modern, dirinya pun memikirkan usaha apalagi yang bisa dilakukan untuk menambah pendapatan keluarga.

    "Setelah melihat banyaknya atau menjamurnya orang berjualan minuman yang berkemasan, saya pun berinisiatif bagaimana agar air Nira yang notabene adalah minuman tradisional alami, bisa juga dikemas dan dijual di pasaran," katanya.

    Menurut dia, memulai usaha sedikit demi sedikit, walau diawalnya banyak juga yang meragukan minuman ini akan laku untuk dipasarkan, secara perlahan dirinya pun menjual atau menjajakannya sendiri minuman ini, dibantu itu oleh anggota keluarganya.

    Ternyata di luar dugaan minuman ini hari demi hari bertambah peminatnya, dan kini banyak pula orang yang mengambil dari produksi rumahan ini untuk ikut sekedar menjajakannya, bahkan banyak yang ikut-ikutan memproduksi sendiri minuman es lahang, namun anehnya di pasaran banyak orang malah hanya mencari es lahan produksi dari Muara Banta saja.

    Es Lahang berasal dari hasil sadapan pohon Aren sekarang marak dipasarkan dari pedesaan hingga perkotaan, apalagi kalau sudah dibentuk kemasan dan melalui proses produksi, dan Es Lahang Muara Bantu dikenal karena kekhasan rasa dianggap paling paling lezat, dibanding dengan minuman sejenis produksi lain tempat lain.

    "Mungkin karena dianggap faktor pengalaman dalam membuat Es Lahang, dan kami yang paling awal memproduksi minuman tradisonal jenis ini, dan Alhamdulillah sudah dikenal luas sampai ke luar daerah, tidak ada resep khusus apapun yang dimiliki," katanya.

    Es Lahang dijual di salah satu sudut Kota Kandangan (Fathurrahman/Diskominfo HSS/Antarakalsel)

    Baca juga: Hanif bangun perpustakaan pohon dan pembibitan tanaman langka Kalimantan

    Ia pun terang-terangan mengungkapkan bagaimana ceritanya dalam berproses mengeluti usaha Es Lahang tersebut, saat ia ingat bagaimana caranya untuk menggunakan mesin pengolah Es Lahang dan bagaimana waktu masih anak-anak menikmati enaknya rasa Es Lahang.

    Kemudian membeli mesin serta dari sedikit mencoba ternyata dipasarkan cepat laku di tahun 2013, merintis pertama dengan berjualan sendiri berkeliling, dan kalau musim panas permintaan Es Lahang juga naik maka persedian bahan baku pun menjadi kurang.

    Kendala ini diakui karena bahan baku Es Lahang dari sadapan pohon Aren dan kalau sudah habis tidak bisa bisa dibuat-buat, sering juga musim menjadi masalah, sebab pohon aren tidak produktif di akhir musim kemarau, di musim hujan pohon menyimpan air dan kemarau simpanan air masih banyak, tapi diakhir musim keluarnya sedikit.

    "Kami tidak menyadap sendiri dari pohon Aren, mendapatkan bahan baku dapat dari para penyadap yang ada di beberapa desa, seperti dari Desa Baluti, Jambu Hulu dan di Jambu Hilir," katanya.

    Ia menggunakan motor dan gerobak untuk mengambil sendiri sadapan dari pohon Aren, bahan baku yang diambil sudah dalam kondisi matang karena proses pendidihan di dalam kawah penyadap, karena sehari sebelumnya sudah dipesan.

    Para penyadap ini merupakan langgangan tetap dari usaha Es Lahang, rata-rata pengambilan sebanyak empat dirijen atau setara dengan 20 liter, namun hal ini pun tidak bisa dipastikan dari kondisi cuaca dan musim, di penghujung kemarau sedikit, produksi air nira juga menurun.

    Air Nira rutin diambil pada pukul 9.00 sampai 10.00 Wita pagi, setelah selesai mengumpulkan dari para penyadap, air Nira dibawa kembali ke rumah, selanjutnya air Nira yang dibawa masih dalam kondisi mendidih ini disalin ke wadah yang lebih besar untuk proses pendinginan.

    "Tak lupa air Nira juga disaring menggunakan kain, ini dilakukan karena air Nira kemungkinan biasanya masih mengandung beberapa serutan pohon aren dan juga semut yang memang hobbi yang manis-manis," katanya.

    Pemilik usaha Es Lahang, Taufik Al Hakim (Fathurrahman/Diskominfo HSS/Antarakalsel)


    Baca juga: Dari ikut orang lalu berwirausaha mandiri, cutting stiker Zaini makin berkembang

    Ternyata air yang didapatnya dari beberapa penyadap ini dituangkan dengan cara dicampur setiap masing-masing dirigen, dimaksudkan karena air Nira masing-masing penyadap berbeda-beda, baik warna kualitas dan tingkat kemanisannya.

    Dengan mencampur maka hasil yang didapat akan merata secara keseluruhan, proses pendinginan yang juga biasanya berlangsung sampai dengan lima jam untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Setelah lima jam didapatkan hasil akhir nilai yang bersih dan jernih, kalaupun ada sisa serutan akan mengendap di bagian bawah hingga air Nira ini pun siap dikemas.

    Proses terakhir air Nira yang sudah dikemas ini dimasukkan ke dalam freezer untuk pendinginan bahkan pembukuan, menurut dia dari pengalamannya beberapa tahun menekuni usaha ini air Nira yang baik akan terlihat dari tampilannya, warna coklat cerah pertanda air nilainya berkualitas baik.

    "Agar mendapatkan air Nira yang baik inilah kami sangat selektif dalam memilih penyadap langganan, sebab berdasarkan pengalaman dulu pernah mendapatkan bahan baku yang kurang baik dari salah seorang pelanggannya, sehingga membuat dirinya lebih lebih berhati-hati," katanya.

    Ia dulu pernah mencoba sadapan langsung dari pohonnya dan belum direbus, ternyata rusak, mulai saat itu tidak pernah pakai yang belum matang dan dipakai yang sudah direbus saja, dan saat ini Es Lahangnya dipasarkan hingga keluar daerah.

    Ada yang menjual dengan mengambil seminggu atau dua kali seminggu, dipasarkan hingga daerah ke Pegunungan seperti Loksado, dan ke Paramasan Kabupaten Banjar, dan usaha ini terbilang baru dan disaat orang mulai banyak meniru, walaupun sebelumnya mungkin bisnis seperti tidak tidak terpikirkan ada.

    Pihaknya juga tetap menyambut baik mereka yang meniru usahanya, karena bisa mengurangi pengangguran, menambah mata pencarian untuk mendapatkan penghasilan, dan dari usaha ini dirinya bersyukur bisa menghidupi keluarga, memebesarkan anak-anak, membuat rumah dan sudah melakukan ibadah umroh.

    "Untuk harga Es Lahang yang kami jual di sini dari rumah diambil mereka yang menjajakannnya lagi seharga Rp3 ribu, dan kemudian mereka menjual secara eceran Rp5 ribu, dijajakan terjauh hingga ke Rantau, Kabupaten Tapin dan daerah Paramasan, Kabupaten Banjar," katanya.

    Baca juga: Lagi viral wisata kuliner Soto Terapung "Tatamba Lapar" Nagara

    Saat ini ada sekitar tujuh orang penjaja tetap Es Lahang Muara Banta, dan akan bertambang bulan Ramadhan tiba, telah menjadi usaha kreatif yang bisa mendatangkan manfaat tidak hanya bagi keluarganya tapi bagi orang lain, serta walaupun saat ini banyak usaha sejenis ternyata Es Lahang Muara Banta tetap jadi primadona.

    Ia berpesan bagi yang ingin memulai menjadi wirausaha agar bisa melihat bahan baku hasil alam di daerah sendiri, kalau bisa jadi potensi diolah menjadi bahan makanan dan bahan minuman juga bahan obat-obatan, berkreatifitas menghidupi keluarga dan juga bisa membuka lapangan usaha bagi warga lainnya.

    Penyadap Nira langganan Ufik, Norhayani, mengatakan sudah setahun menjadi langganan usaha Es Lahang Muara Banta, dan sangat terbantu usahanya menyadap bersama suaminya tersebut.

    "Biasanya sebelum diambil dipesan dulu, sehingga tidak dibuat gula aren, kalau harga memang lebih mahal kalau dibuat gula aren, tapi kan untuk membuat gula aren kami membutuhkan bahan kayu bakar lagi, maka keuntungnya memang lebih cepat dijual dalam bentuk air Nira," katanya.

    Ditambahkan dia, pohon Aren yang disadap ada milik sendiri dan milik orang lain, kalau milik orang lain keuntungannya dibagi tiga, dan untuk air Nira yang disediakan jumlahnya tidak menentu sesuai dengan hasil sadapan yang diperoleh, bekerja dua kali sehari, pagi mengambil air Nira yang telah disadap dan sore harinya melakukan proses penyadapan lagi.

    Pewarta: Fathurrahman
    Editor : Imam Hanafi
    COPYRIGHT © ANTARA 2026

    Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



    • Whatsapp
    • facebook
    • twitter
    • email
    • pinterest

    Berita Terkait

    Lipsus - HSS UMKM Expo 2025 hadirkan 50 stand UMKM dan 85 tenda kuliner

    Lipsus - HSS UMKM Expo 2025 hadirkan 50 stand UMKM dan 85 tenda kuliner

    3 Desember 2025 20:51

    Siswi SLBN Kandangan raih perak pada ajang kuliner internasional

    Siswi SLBN Kandangan raih perak pada ajang kuliner internasional

    25 Juli 2025 13:20

    Bupati HSS: Pasar Kuliner Ramadhan bawa berkah bagi pedagang dan UMKM

    Bupati HSS: Pasar Kuliner Ramadhan bawa berkah bagi pedagang dan UMKM

    30 Maret 2025 22:09

    Ketua DPRD HSS apresiasi pemkab gratiskan stand Pasar Ramadhan

    Ketua DPRD HSS apresiasi pemkab gratiskan stand Pasar Ramadhan

    6 Maret 2025 23:59

    Pasar Kuliner Ramadan HSS gratiskan retribusi tenda pedagang

    Pasar Kuliner Ramadan HSS gratiskan retribusi tenda pedagang

    5 Maret 2025 02:17

    Lapsus - Syukuran hari jadi ke-74 HSS sajikan belasan ribu porsi kuliner daerah

    Lapsus - Syukuran hari jadi ke-74 HSS sajikan belasan ribu porsi kuliner daerah

    2 Desember 2024 13:21

    TMMD 121 - Kodim HSS ajak warga tekuni kuliner guna tingkatkan ekonomi

    TMMD 121 - Kodim HSS ajak warga tekuni kuliner guna tingkatkan ekonomi

    5 Agustus 2024 14:42

    Pemkab percantik Kampung kuliner HSS dengan spot foto

    Pemkab percantik Kampung kuliner HSS dengan spot foto

    17 September 2023 08:37

    Terpopuler

    Anggota Polres Banjarbaru bunuh mahasiswi ULM karena cinta segitiga

    Anggota Polres Banjarbaru bunuh mahasiswi ULM karena cinta segitiga

    5 juta jamaah diperkirakan hadiri momen 5 Rajab Sekumpul Martapura

    5 juta jamaah diperkirakan hadiri momen 5 Rajab Sekumpul Martapura

    Emas Antam hari ini stabil di harga Rp2,501 juta per gram

    Emas Antam hari ini stabil di harga Rp2,501 juta per gram

    BMKG: Aceh diguncang 11 kali gempa hingga siang tadi

    BMKG: Aceh diguncang 11 kali gempa hingga siang tadi

    Futsal ASEAN U-19 - Indonesia ke final, tumbangkan Vietnam 7-3

    Futsal ASEAN U-19 - Indonesia ke final, tumbangkan Vietnam 7-3

    Top News

    • Tersangka korupsi Perumda Tabalong Jaya dan BRI  Tanjung berstatus DPO

      Tersangka korupsi Perumda Tabalong Jaya dan BRI Tanjung berstatus DPO

      31 Desember 2025 18:20

    • Hari keempat banjir bandang di Balangan, 13.583 jiwa terdampak

      Hari keempat banjir bandang di Balangan, 13.583 jiwa terdampak

      31 Desember 2025 12:44

    • Polsek Banjarmasin Timur gagalkan peredaran 1,4 kg sabu

      Polsek Banjarmasin Timur gagalkan peredaran 1,4 kg sabu

      31 Desember 2025 09:27

    • Bunuh mahasiswi ULM, Bripda MS sempat borgol tangan korban

      Bunuh mahasiswi ULM, Bripda MS sempat borgol tangan korban

      29 Desember 2025 23:30

    • Bunuh mahasiswi ULM, Bripda MS dipecat sebagai anggota Polri

      Bunuh mahasiswi ULM, Bripda MS dipecat sebagai anggota Polri

      29 Desember 2025 19:36

    Antara News kalsel
    kalsel.antaranews.com
    Copyright © 2026
    • Top News
    • Terkini
    • RSS
    • Twitter
    • Facebook
    • Seputar Kalsel
    • Olahraga
    • Pendidikan
    • English News
    • Ketentuan Penggunaan
    • Tentang Kami
    • Pedoman
    • Kebijakan Privasi
    • BrandA
    • ANTARA Foto
    • Korporat
    • PPID
    • www.antaranews.com
    • Antara Foto
    • IMQ
    • Asianet
    • OANA