Kandangan (ANTARA) - Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) Provinsi Kalimantan Selatan H Syafrudin Noor menyampaikan rasa syukur keberadaan Pasar Kuliner Ramadhan membawa keberkahan bagi para pedagang terutama pelaku UMKM lokal.
Hal ini disampaikan bupati disela kegiatan meninjau pasar kuliner menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan, mengutip pers rilis Diskominfo HSS, Kandangan, Ahad.
“Setelah kami tanya dari tenda ke tenda, Alhamdulillah para pedagang mengaku mendapatkan rezeki yang cukup karena dagangannya banyak dibeli oleh masyarakat,” ujar Syafrudin.
Baca juga: 800 ustadz-ustadzah di HSS terima tambahan penghasilan
Dengan hasil yang diperoleh tersebut, Bupati HSS merasa senang karena pedagang mendapatkan rezeki, serta keberkahan selama berjualan di bulan Ramadhan, karena mendapatkan pendapatan untuk keluarga dari berjualan.
Sementara itu, Ketua TP PKK HSS Hj. Tata Syafrudin Noor, menambahkan meski bulan puasa akan berakhir, antusias para pedagang dan masyarakat masih cukup tinggi, terlihat banyak para pedagang yang masih berjualan di Pasar Kuliner Ramadhan.
Meski minat para pedagang cukup tinggi, namun ia menilai variasi jenis dagangan tradisional di Pasar Kuliner Ramadhan kali ini masih minim.
Tata berharap produk olahan kuliner tradisional khas Kalsel, terutama Kabupaten HSS dapat lebih banyak dijual masyarakat.
“Semoga ke depan lebih banyak kue tradisional yang dijual di sini, karena momen ini menjadi salah satu wadah kita memperkenalkan produk olahan tradisional kita supaya dikenal masyarakat lebih luas,” tuturnya.
Baca juga: Bupati HSS: Festival Kemilau Ramadhan ajang syiar Islam
Adapun salah satu pedagang Haryati, mengaku bahwa keberadaan Pasar Kuliner Ramadhan yang diselenggarakan Pemkab HSS memberikan berkah rezeki kepada dirinya.
Dagangan yang dijual selalu laris dibeli oleh masyarakat setiap harinya, sehingga keuntungan yang didapat pun terbilang cukup banyak.
“Stan Pasar Kuliner Ramadhan tahun ini gratis, jadi hasil dagangan sepenuhnya menjadi pemasukan kami tanpa harus membayar sewa tempat,” terangnya.