Banjarmasin, (AntaranewsKalsel) - Para seniman Banjarmasin, Kalimantan Selatan, merasa jauh dari perhatian pemerintah kota dalam hal ini tugas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata setempat.
Ketua Teater Kita Banjarmasin Yadi Muriyadi mengakui hal tersebut, Senin, seraya mengatkan, segala kegiatan seniman di daerah ini hampir tak ada sentuhan pemerintah kota (Pemkot) setempat dalam hal ini tugas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).
"Kita melakukan kegiatan atau pementasan tak ada pernah dapat bantuan Pemkot Banjarmasin dalam hal ini merupakan tugas dari Disbudpar setempat," ujarnya.
Seniman Senior Kalsel yang juga menduduki Ketua Komite Teater di Dewan Kesenian Daerah Kota Banjarmasin ini menyatakan, tidak ada peluang para seniman untuk minta bantuan Pemko atau Disbudpar dalam setiap kegiatannya, termasuk ada sentuhan dana bantuan.
"Sudah beberapa tahun ini, khusus Teater Kita Banjaramsin tidak pernah membuat profosal untuk minta bantuan dana kegiatan pementasan atau lainnya, sebab dirasa sulit, bahkan hilang keyakinan kami adanya bantuan untuk kegiatan para seniman semacam ini," tuturnya.
Hal tersebut, bebernya, bukan tidak tanpa alasan, sebab pernah dilakukan pembuatan profosal oleh para seniman, dan hasilnya nihil.
"Sebab Pemkot, katanya, tak punya alokasi dana untuk profosal seniman, yang akhirnya kita para seniman tetap berkegiatan biaya sendiri," paparnya.
Sebagaimana kegiatan yang akan dilakukan pihaknya dalam waktu dekat ini, yakni acara workshop teater dan pementasan teater yang tema materi "Proses Kreatif Menciptakan Karya Seni" dengan tema kegiatan "Terbenam Barat Terbitlah Timur" pada 20 Februari-1 Maret 2015.
"Kepastian bantuan pemerintah dalam hal ini Disbudpar untuk kegiatan para seniman ini tidak ada sampai sekarang, padahal sudah dikomunikasikan, hingga para seniman susah payah melakukannya secara gotong royong," ucapnya.
Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarmasin Awan Subarkah menyatakan prihatin dengan para seniman yang merasa jauh dari perhatian pemkot setempat.
Menurut politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, hal tersebut semestinya tidak terjadi, karena itu pula harus diperbaiki hubungan pemerintah dan seniman.
"Sebab bagaimana pun seni dan kebudayaan itu penting bagi kehidupan kita, karena sebagai jati diri daerah yang diwariskan dari orang terdahulu, hingga perlu dilestarikan, dan pelakunya harus diberi perhatian," ujarnya.
Ia menilai, gerakan pemkot dalam melastarikan dan melakukan pembinanaan terhadap pelaku seni di daerah ini tidak berjalan maksimal, hingga terkesan menoton dan apa adanya.
"Kita pertanyakan apa saja kerjanya dinas terkait, harus memperhatikan perkembangan kreativitas para seniman dan dibantu pembinaannya, sebab itu tugasnya pemerintah pula, kita (dewan) akan mendorong itu," pungkasnya.
