Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto saat berbincang-bincang dengan Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer di Kantor PM Inggris, London, Selasa, sempat menyinggung kerja sama bidang maritim dan pendidikan yang akan disepakati oleh Indonesia-Inggris hari ini.
Di ruangan tempat pertemuan berlangsung, yang berada di lantai 2 Kantor PM Inggris, 10 Downing Street, London, Presiden Prabowo menyambut baik kerja sama tersebut, mengingat dua bidang yang menjadi fokus tersebut merupakan sektor-sektor yang strategis bagi dua negara.
Kerja sama bidang maritim yang akan disepakati itu, di antaranya mencakup penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) kerja sama pembuatan kapal tangkap ikan untuk para nelayan di tanah air.
Sementara itu, terkait kerja sama bidang pendidikan, Pemerintah Indonesia akan menandatangani kerja sama dengan Russel Group, yaitu kelompok 24 universitas papan atas di Inggris.
Baca juga: Prabowo untuk kedua kalinya temui PM Starmer di 10 Downing Street
Kemudian, PM Starmer, dalam pertemuannya dengan Presiden Prabowo, mengungkapkan rasa bahagianya atas hubungan erat dan kerja sama yang telah terbangun antara Indonesia dan Inggris.
Di Kantor PM Inggris, beberapa menteri dari Kabinet Merah Putih turut mendampingi Presiden Prabowo, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Dalam kesempatan terpisah, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga Juru Bicara Presiden RI, saat bertemu sejumlah wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Senin (19/1) menjelaskan MoU pembuatan kapal tangkap ikan itu bertujuan untuk membantu para nelayan, menggerakkan perekonomian lokal, dan melindungi potensi kekayaan ikan sehingga dapat dinikmati oleh bangsa Indonesia.
Pasalnya, 2/3 wilayah Indonesia merupakan laut sehingga kebutuhan kapal tangkap ikan setidaknya mencapai puluhan ribu unit.
"Kita membuka kerja sama dengan siapa pun baik dari dalam negeri maupun luar negeri untuk memperbanyak kita memiliki kapal-kapal tangkap ikan," kata Pras menjawab pertanyaan wartawan.
Sementara itu, untuk kerja sama bidang pendidikan dengan Russel Group, Wakil Menteri (Wamen) Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menjelaskan Presiden Prabowo hanya ingin bermitra dengan kampus-kampus papan atas di Inggris.
"Kebetulan saya juga secara langsung mempersiapkan dengan Russel Group University. Russel Group University ini adalah kelompok 24 universitas yang paling papan atas di UK. Jadi, Bapak Presiden hanya ingin mendiskusikan yang papan atas. Jadi, tidak membawa universitas sembarangan dari luar, jadi hanya yang paling, paling top sekali di luar untuk bisa ke Indonesia," ujar Wamen Stella menjawab pertanyaan wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (15/1).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Prabowo singgung kerja sama maritim dan pendidikan saat temui PM Inggris
