Lion Air membuka rute penerbangan langsung dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ke Bandara Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada Lebaran 1433 Hijriah.Â
Kepala Bidang Angkutan Udara Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan Ismal Iskandar di Banjarmasin, Selasa, mengatakan, rute Banjarmasin Bandung tersebut akan mulai dibuka pada 13 Agustus 2012.
"Pada 12 Agustus sore, pesawat Lion tersebut terbang dari Bandung dan pada 13 Agustus pagi sekitar pukul 06:00 Wita dari Banjarmasin," katanya.
Penerbangan tersebut, kata dia, akan dilaksanakan setiap hari, selain untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada lebaran juga untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, mengingat jumlah penumpang tujuan Bandung terus meningkat.
Selama ini, kata dia, untuk ke Bandung warga Banjarmasin harus turun di Bandara Soekarno Hatta, baru kemudian melanjutkan perjalanan ke Bandung dengan menggunakan bus atau kendaraan darat lainnya.
"Jalur bisnis Banjarmasin - Bandung kini semakin berkembang, sehingga wajar bila Lion membuka penerbangan langsung," katanya.
Saat ini, kata Ismail, penerbangan dari Bandara Syamsudin Noor cukup padat, yaitu mencapai sekitar 26 kali penerbangan ke seluruh wilayah Indonesia.
Jalur-jalur penerbangan yang mulai dibuka antara lain yaitu ke Makassar, Balikpapan, Kalimantan Tengah, Surabaya, Jakarta, Bandung, Jawa Tengah atau Semarang.
Selain itu, penerbangan dengan pesawat berbadan kecil antara lain ke Sampit, Kotabaru, dan Solo.
Dalam waktu dekat, kata dia, juga direncanakan akan ada penerbangan langsung dari Syamsudin NOor ke Singapura, namun masih terkendala pada status bandara yang belum menjadi bandara Internasional.
Hingga saat ini, tambah Ismail, belum terjadi lonjakan jumlah penumpang pesawat, diperkirakan penumpang pesawat akan mulai padat pada H-10 lebaran.
"Kami akan terus memantau untuk memastikan seluruh penumpang bisa terangkut," katanya.
Hingga saat ini, baru satu perusahaan yang mengajukan penambahan jam terbang, yang lainnya, belum ada.
 "Mungkin karena belum ada peningkatan jumlah penumpang yang signifikan sehingga perusahaan penerbangan belum mengajukan izin penambahan penerbangan," katanya/B/D.
